Gunungkidul Terima Danais Rp41,6 Miliar, Setengahnya Dialokasikan untuk Kebudayaan
Kepala Bappeda Gunungkidul, Mohamad Arif Aldian mengatakan, nilai anggaran tersebut mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2024 lalu.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menerima Rp41,6 miliar Dana Keistimewaan (Danais) dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk Tahun Anggaran 2025.
Kepala Bappeda Gunungkidul, Mohamad Arif Aldian mengatakan, nilai anggaran tersebut mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2024 lalu.
"Tahun ini, kita mendapatkan alokasi Dana Keistimewaan Rp 41.659.424.800. Nilai ini, turun sekitar Rp 17 miliar bila dibandingkan tahun sebelumnya, dikarenakan adanya pengurangan alokasi untuk DIY," ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (21/1/2025).
Ia menuturkan anggaran ini akan diploting ke 12 organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Gunungkidul. Di antaranya, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Perdagangan, dan lainnya.
"Dan, yang terbesar akses Danais urusan kebudayaan senilai Rp 20 miliar. Kenapa paling besar karena ini digunakan untuk berbagai kegiatan mulai dari pelatihan, pelestarian kebudayaan, yang lainnya," ucap dia.
Dia menilai sejauh ini pemanfaatan danais untuk pembangunan di Kabupaten Gunungkidul sudah berjalan baik.
Mulai dari pembangunan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, hingga pelestarian.
"Banyak kebudayaan dan seni yang mendapat kucuran anggaran untuk pelestarian dan pengembangannya. Selain itu pembangunan infrastruktur juga semakin pesat seperti Jalan Tawang-Ngalang yang sekarang akan menyambung ke Prambanan Sleman, jalan Clongop Gedangsari, jembatan Kedungwanglu, BKK Kalurahan dan lainnya. Dan, manfaatnya dirasakan masyarakat," terang dia.
Sementara itu, Kepala Kundha Kabudayan Gunungkidul, Chairul Agus Mantara mengatakan, tahun ini dana yang disalurkan dari Danais untuk kebudayaan sebesar Rp17 miliar.
Nilai ini, juga mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, dengan nilai sebesar Rp28 miliar.
"Rencananya danais akan dimanfaatkan untuk kegiatan kebudayaan, pelestarian, pelatihan, hingga tradisi. Namun, karena anggaran mengalami penurunan terpaksa beberapa kegiatan tidak jadi dilakukan," tandasnya (ndg)
| Info Cuaca DIY Sepekan ke Depan Menurut BMKG: Potensi Hujan Sedang-Lebat |
|
|---|
| Masifnya Investasi di Selatan Gunungkidul Rusak Karst, Pengusaha Jadikan Denda Sebagai 'Budaya' |
|
|---|
| Tekan Prevalensi Stunting DIY, Integrasi Program MBG dan Lumbung Mataraman Digodog |
|
|---|
| KID DIY Harapkan Kebijakan WFH ASN Tak Kendorkan Fungsi Pelayanan Publik |
|
|---|
| Disebut Punya Potensi Besar, PSI DIY Bidik Gunungkidul Jadi Lumbung Suara di Pemilu 2029 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)