Berita Video

Sun Marino Indonesia Siap Entaskan Pengangguran Bersama PT Baham Putra Abadi  

LP2K Sun Marino Indonesia siap bekerjasama dengan PT Baham Putra Abadi dalam pemenuhan kebutuhan Tenaga Migran Indonesia.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/ISTIMEWA
acara Sosialisasi Penempatan Tenaga Kerja ke Turki bersama 50 pimpinan LPK Perhotelan se-DIY Jateng di Hotel Cavinton Yogyakarta, pekan lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lembaga Pendidikan Pelatihan Kerja (LP2K) Sun Marino Indonesia siap bekerjasama dengan PT Baham Putra Abadi dalam pemenuhan kebutuhan Tenaga Migran Indonesia yang mencapai 250.000 di sektor hotel dan restoran di Turki

"Kami siap kerja sama mengentaskan pengangguran dengan suplai tenaga migran untuk PT Baham Putra Abadi. Tahun 2025 ini target PT Baham 2.400 orang, insya Allah minimal 300 orang dulu. Syukur bisa 1.000 tenaga kerja," ujar Direktur LP2K Sun Marino Indonesia, Arya Ariyanto di Kantor LP2K Sun Marino Indonesia Jogkem Alkid Yogyakarta.

Arya mengungkapkan hal itu berkait penjelasan PT Baham Putra Abadi pada acara Sosialisasi Penempatan Tenaga Kerja ke Turki bersama 50 pimpinan LPK Perhotelan se-DIY Jateng di Hotel Cavinton Yogyakarta, pekan lalu.

Menindaklanjuti peluang tersebut, Arya menekankan pentingnya pemilihan dan penempatan tenaga kerja yang tepat. "Kami berkomitmen dan memastikan Tenaga Migran Indonesia yang akan direkrut PT Bahan Putra Abadi memiliki kompetensi dan dedikasi yang tinggi karena akan melalui beberapa tahap perekrutan," ujarnya.

Langkah yang akan dilakukan untuk andil dalam suplai tenaga migran tersebut, lanjut Arya, Sun Marino akan melakukan sosialisasi mengajak masyarakat terutama generasi muda mengambil peluang ini. 

"Dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan kerja sama pengentasan pengangguran dan peningkatan ekonomi masyarakat dengan Pemkab Kulonprogo dan Pemkab lainnya di DIY. Insya Allah semua berjalan lancar," sambung Arya.

Sementara Direktur Utama PT Baham Putra Abadi, Irwandi Rustam mengatakan, Turki membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia di sektor perhotelan dan restoran. Kebutuhan tenaga kerja mencapai 250.000 orang per tahun untuk negara tersebut.

“Karena itu, ini menjadi tujuan baru yang menjanjikan bagi pekerja migran,” katanya. 

Melihat potensi besar ini, lanjutnya, sebagai perusahaan resmi Pelaksana Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), pihaknya siap melakukan kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja dan sekolah pariwisata di DIY dan Jawa Tengah. 

Irwandi, yang juga anggota Asosiasi Perpemindo (Perkumpulan Pengusaha Penempatan Migran Indonesia) menjelaskan, bahwa fokus perusahaan sejak 2022 adalah ke Turki, karena peluang besar di sana, terutama dalam sektor hospitality.

“Turki membutuhkan tenaga kerja di sektor hotel dan restoran, dengan gaji minimum yang saat ini mencapai 630 dolar AS atau setara dengan 21.000 Lira Turki. Peluang ini sangat baik, karena kebutuhan tenaga kerja di sana terus meningkat setiap tahunnya,” ungkap Irwandi 

Menurutnya, orientasi ke pasar Eropa, khususnya Turki, memberikan keuntungan lebih besar dibanding negara Timur Tengah, semisal Arab Saudi, yang sebelumnya menjadi fokus PT Baham. Gaji yang lebih tinggi dan kebutuhan tenaga kerja di sektor-sektor profesional menjadi alasan utama pergeseran tersebut.

“Saat ini, kami menargetkan untuk mengirimkan 300 tenaga kerja untuk musim kerja 2025. Selanjutnya, kami menargetkan 2.000 hingga 2.400 tenaga kerja. Target kami masih sangat kecil, hanya sekitar satu persen dari total kebutuhan tenaga kerja perhotelan di Turki,” tambahnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved