Pemkab Gunungkidul Masifkan Program Irigasi Perpompaan  Wujudkan Swasembada Pangan 

Salah satu wilayah yang menjadi lokus program perpompaan irigasi ini di Padukuhan Tobong, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen.

Dok.Istimewa
Proses panen raya padi di Padukuhan Tobong, Gunungkidul, pada Senin (13/1/2025) lalu 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul masifkan progam irigasi perpompaan untuk pengairan pertanian di wilayahnya.

Ketua Tim Sarana dan Prasarana Pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Yatimah mengatakan program ini sebagai komitmen untuk mewujudkan swasembada pangan. 

Tahun lalu, total  bantuan pembangunan irigasi perpompaan dilakukan di 39 lokasi di Kabupaten Gunungkidul 

“Program ini  sudah mulai membuahkan hasil dengan dilaksanakannya panen raya padi dari program irigasi perpompaan. Harapannya dapat memperkuat ketahanan pangan di Masyarakat,” katanya, Jumat (17/1/2025).

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, menambahkan salah satu wilayah yang menjadi lokus program perpompaan irigasi ini di Padukuhan Tobong, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen.

Bahkan, wilayah ini melakukan panen raya padi lebih awal berkat program irigasi tersebut. 

“Harapanya hasil dari panen bisa optimal sehingga penguatan terhadap ketahanan pangan benar-benar diwujudkan. Apalagi Gunungkidul juga masuk sebagai lumbung pangan di DIY,” kata dia.

Baca juga: Polres Gunungkidul Tangguhkan Penahanan Tersangka Kasus Pencurian 5 Potong Kayu Milik Perhutani 

Terpisah, Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur di Padukuhan Tobong, Mursiyo mengatakan, panen padi mulai dilaksanakan pada Senin (13/1/2025). Total lahan yang dipanen seluas satu hektare.

“Panennya bagus dan ini sangat mengembirakan,” ucapnya.

Mursiyo menjelaskan, keberhasilan panen padi lebih awal tak lepas dari program irigasi perpompaan yang dikembangkan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul.

Berkat program ini, maka pada akhir September 2024 sudah bisa melakukan penanaman padi sehingga Januari ini dapat memetik hasil panen tersebut.

“Memang kita mendahului masa tanammnya. Ini berhasil berkat adanya bantuan irigasi perpompaan yang diberikan ke kelompok tani,” ucapnya.

Dia menambahkan, adapun padi yang ditanam berjenis Inpari 42, merupakan hasil pengubinan yang  mampu menghasilkan paling banyak 8,4 ton gabah kering giling (GKG) per hektarenya.

“Kalau dirata-rata dari total keseluruhan lahan yang panen mencapai 6,5 ton gabah kering giling per hektarenya,” urainya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved