Lengan Paus Fransiskus Alami Cedera hingga Harus Pakai Penyangga Kain

Paus Fransiskus mengalami cedera di bagian tangan kanannya setelah terjatuh pada Kamis (16/1/2025) pagi.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Vatican Media
Paus Fransiskus mengenakan selempang di lengan kanannya setelah terjatuh. Paus menggunakan tangan kirinya untuk menyapa Edmond Brahimaj, pemimpin komunitas Bektashi, sebuah komunitas Sufi Muslim dari Tirana, Albania, di Vatikan pada Rabu (16/1/2025. Vatikan menyatakan, Paus mengalami cedera di lengan kanan setelah jatuh. 

TRIBUNJOGJA.COM, ROMA - Paus Fransiskus mengalami cedera di bagian tangan kanannya setelah terjatuh pada Kamis (16/1/2025) pagi.

Insiden itu terjadi di Casa Santa Marta, kediaman Paus. 

Akibat kejadian itu, lengan kanan Paus memar hingga harus membuatnya mengenakan penyangga lengan dari kain saat melaksanakan pertemuan dengan sejumlah tamu.

Dikutip dari Kompas.com, insiden yang membuat lengan kanan Paus mengalami cedera itu tak membuat pemimpin gereja Katolik itu membatalkan pertemuan yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

Pada Kamis kemarin, Paus menggelar pertemuan dengan Alvaro Lario, Presiden International Fund of Agricultural Development, serta dengan para imam dari sebuah perguruan tinggi Argentina yang berbasis di Roma.

Pada Rabu lalu, Paus memimpin audiensi umum di Vatikan dan tampak bersemangat. 

Dia bahkan melempar bola tenis ke seekor anjing saat pertunjukan sirkus.

Usia Paus yang sudah cukup lanjut memang memicu sejumlah masalah kesehatannya.

Kejadian pada Kamis kemarin merupakan peristiwa jatuh yang kedua dalam hitungan minggu. 

Pada awal Desember lalu, dia muncul dengan memar besar di dagunya setelah terjatuh dan terbentur meja di samping tempat tidurnya pada malam hari.

Baca juga: Ibunda Mahfud MD Meninggal Dunia di Madura

Spekulasi mengenai kesehatan Paus Fransiskus selalu menjadi topik hangat di kalangan Vatikan, terutama setelah Paus Benediktus XVI mematahkan tradisi selama 600 tahun dengan mengundurkan diri dari jabatan pada tahun 2013.

Para pembantu Benediktus mengaitkan keputusan itu dengan sebuah peristiwa jatuh di malam hari yang dialaminya selama kunjungan ke Meksiko tahun 2012.

Peristiwa itu membuatnya menyadari bahwa dia tidak mampu lagi memenuhi tuntutan perjalanan internasional dari jabatan kepausan.

Fransiskus telah menyatakan bahwa dia tidak berniat untuk mengundurkan diri dalam waktu dekat, meskipun Benediktus “telah membuka pintu” untuk kemungkinan itu.

Dalam autobiografinya yang belum lama ini diterbitkan, berjudul “Hope", Paus Fransiskus mengatakan bahwa dirinya berada dalam kondisi kesehatan yang baik dan menolak untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved