Dampak El Nino, Produksi Padi di Gunungkidul Turun 10 Persen
Sekretaris DPP Kabupaten Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan penurunan nilai produksi padi tersebut dikarenakan adanya perubahan iklim
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul mencatat nilai produksi padi sebesar 269.814 ton, sepanjang 2024.
Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 10 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu.
Sekretaris DPP Kabupaten Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan penurunan nilai produksi padi tersebut dikarenakan adanya perubahan iklim yakni fenomena El Nino.
Fenomena El Nino yang ditandai dengan hujan terlambat dan berakhir lebih cepat membuat produksi padi tidak optimal.
"Tahun lalu, produksi padi kita masih bisa menghasilkan 300 ribu ton padi. Sedangkan, tahun ini yang didapat hanya sebesar 269.814 ton,"tuturnya saat dikonfirmasi pada Kamis (16/1/2025).
Ia menambahkan meskipun nilai produksi padi mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.
Pihaknya memastikan kebutuhan beras untuk masyarakat di Kabupaten Gunungkidul masih tercukupi.
"Jumlah produksi padi ini jika dikonversi ke beras masih melebihi kebutuhan beras penduduk Gunungkidul atau tetap masih surplus dibandingkan kebutuhan berasnya,"terang dia.
Baca juga: Bermodus Keluarkan Susuk, Pria di Gunungkidul Cabuli Anak di Bawah Umur
Sementara untuk tahun ini, pihaknya menargetkan produksi padi bisa mencapai 300 ribu ton.
Nilai tersebut merupakan rata-rata hasil produksi padi di Kabupaten Gunungkidul setiap tahunnya.
"Target tersebut, setara dengan tahun-tahun sebelumnya. Harapannya tahun ini dengan curah hujan yang bagus dapat memberikan produksi padi optimal,"terangnya.
Agar hasil produksi padi bisa maksimal, pihaknya pun meminta kepada petani agar memonitor tanaman padi dari berbagai ancaman gagal panen, mulai dari hama dan penyakit.
"Petani harus waspada terutama ancaman hama dan penyakit yang bisa merusak pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi,"ungkapnya.
Untuk diketahui, wilayah penghasil padi terbesar di Gunungkidul yakni Kapanewon Wonosari sebanyak 29.192 ton dengan luas lahan 3.659 hektare.
Disusul Kapanewon Semin sebanyak 26.162 ton dengan luas lahan 3.889 hektare.
Lalu, Kapanewon Saptosari sebanyak 26.046 ton dengan luas lahan 6.171 hektare. Kapanewon Ponjong sebanyak 22. 370 ton dengan luas lahan 5.049 hektare, serta Kapanewon Nglipar sebanyak 22.072 ton dengan luas lahan 3.603 hektare (*)
| Anomali, Harga Sawit dari Petani Turun Padahal Harga CPO Naik |
|
|---|
| ASR Farm Jogja: Petani Muda yang Fokus Budidaya Kemangi, Potensi Pasar Besar dan Minim Pesaing |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca BMKG DIY Senin 8 Juni 2026: Jogja, Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo Berawan |
|
|---|
| Moto3: Long Lap Penalty Hambat Pembalap Gunungkidul Veda Ega Pratama, Finis Ke-16 di GP Hungaria |
|
|---|
| Capaian Serapan Beras Perum BULOG DIY Tembus 91 Persen, Optimistis Lampaui Target Tahunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/petani-memanen-padi-di-Sambirejo-Ngawen-Gunungkidul.jpg)