Dampak El Nino, Produksi Padi di Gunungkidul Turun 10 Persen

Sekretaris DPP Kabupaten Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan penurunan nilai produksi padi tersebut dikarenakan adanya perubahan iklim

Tayang:
Dok.Istimewa
Para petani dan petugas gabungan saat memanen padi di Sambirejo Ngawen, Gunungkidul, Senin (13/1/2025) lalu 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul mencatat nilai produksi padi sebesar 269.814 ton, sepanjang 2024.

Nilai  tersebut mengalami penurunan sebesar 10 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu.

Sekretaris DPP Kabupaten Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan penurunan nilai produksi padi tersebut dikarenakan adanya perubahan iklim yakni fenomena El Nino.

Fenomena El Nino yang ditandai dengan  hujan terlambat dan berakhir lebih cepat membuat  produksi padi tidak optimal.

"Tahun lalu, produksi padi  kita masih bisa menghasilkan 300 ribu ton padi. Sedangkan, tahun ini yang didapat hanya  sebesar 269.814 ton,"tuturnya saat dikonfirmasi pada Kamis (16/1/2025).

Ia menambahkan meskipun nilai produksi padi mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

Pihaknya memastikan kebutuhan beras untuk masyarakat di Kabupaten Gunungkidul masih tercukupi.

"Jumlah produksi padi ini jika dikonversi ke beras masih melebihi kebutuhan beras penduduk Gunungkidul atau tetap masih surplus dibandingkan kebutuhan berasnya,"terang dia.

Baca juga: Bermodus Keluarkan Susuk, Pria di Gunungkidul Cabuli Anak di Bawah Umur

Sementara untuk tahun ini, pihaknya menargetkan produksi padi bisa mencapai 300 ribu ton.

Nilai tersebut merupakan rata-rata hasil produksi padi di Kabupaten Gunungkidul setiap tahunnya.

"Target tersebut, setara dengan tahun-tahun sebelumnya. Harapannya tahun ini dengan curah hujan yang bagus dapat memberikan produksi padi optimal,"terangnya.

Agar hasil produksi padi bisa maksimal, pihaknya pun meminta kepada petani agar memonitor tanaman padi dari berbagai ancaman gagal panen, mulai dari  hama dan penyakit.

"Petani harus waspada terutama ancaman hama dan penyakit yang bisa merusak pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi,"ungkapnya.

Untuk diketahui, wilayah penghasil padi terbesar di Gunungkidul yakni Kapanewon Wonosari sebanyak 29.192 ton dengan luas lahan 3.659 hektare.

Disusul Kapanewon Semin sebanyak 26.162 ton dengan luas lahan 3.889 hektare. 

Lalu, Kapanewon Saptosari sebanyak 26.046 ton dengan luas lahan 6.171 hektare. Kapanewon Ponjong sebanyak 22. 370 ton dengan luas lahan 5.049 hektare, serta Kapanewon Nglipar sebanyak 22.072 ton dengan luas lahan 3.603 hektare (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved