Sapinya Sembuh dari PMK, Warga Polaman Gunungkidul Gelar Syukuran
Warga Gunungkidul menggelar kenduri atas kesembuhan salah satu sapi ternak milik warga dari penyakit mulut dan kuku (PMK)
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, warga Dusun Polaman Desa Pampang, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, menggelar kenduri atas kesembuhan salah satu sapi ternak milik warga dari penyakit mulut dan kuku (PMK).
Upacara kenduri di Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini digelar di salah satu rumah warga setempat,
dengan menyajikan nasi ingkung beserta lauk pauknya yang dihidangkan untuk kemudian di makan secara bersama sama dan atau dibawa pulang oleh warga.
Lurah Pampang Saiful mengatakan kenduri among-among merupakan kebiasaan warga yang ditujukan untuk hal baik serta memiliki makna untuk mensyukuri nikmat pemberian yang Tuhan Yang Maha Esa.
"Saat ini, masyarakat kami yang sebagian besar adalah peternak, sedang dilanda kegelisahan akibat wabah PMK. Kebetulan, beberapa ternak milik warga ini berhasil sembuh dari penyakitnya ini, maka sebagai bentuk syukur dibuatlah kenduri ini," ujarnya pada Rabu (15/1/2025).
Ia mengatakan dalam prosesi kenduri ini diawali dengan memanjatkan doa bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam doa ini menyampaikan hajat dari maksud acara dan meminta doa agar hajat yang diinginkan mendapat berkah dan keselamatan.
"Setelah doa bersama yang warga yang memiliki hajat membagikan nasi ingkung dan juga lauk pauknya untuk kemudian dimakan bersama sama," tuturnya.
Saiful mengatakan setidaknya ada 300 ekor sapi di wilayahnya terjangkit PMK, di mana 30 di antaranya mati.
"Harapan kami dengan adanya kenduri dan doa bersama ini, wabah PMK ini bisa segera berakhir," terangnya.
Sementara itu, Wadina Wadiyanta, warga yang sapinya sembuh dari PMK ini menyampaikan kesembuhan sapi miliknya sudah berangsur membaik pasca terkena wabah PMK.
"Memang belum pulih 100 persen, namun sapi sudah mau makan seperti sebelum terkena penyakit, "ujarnya.
Dia menjelaskan, dirinya bersama keluarga memiliki rasa syukur karena binatang ternak miliknya sudah berangsur membaik.
"Harapan kami semoga ke depannya wabah PMK ini bisa segera hilang, " ucapnya.
| Tarif Lebih Murah, Kereta Ekonomi Kerakyatan Diserbu 18.096 Penumpang dalam Sebulan |
|
|---|
| Gandeng UAD, DPW PKB DIY Gelar UKK Tahap I Calon Ketua DPC PKB se-DIY |
|
|---|
| Bakal Terapkan WFH Setiap Jumat, Kemenag DIY Jamin Pelayanan Publik Tetap Optimal |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta Buka Store di Bandara YIA, Perluas Jangkauan untuk Wisatawan |
|
|---|
| Adu Banteng Pemotor vs Bus di Rejowinangun, Pengendara Motor Meninggal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sapinya-Sembuh-dari-PMK-Warga-Polaman-Gunungkidul-Gelar-Syukuran.jpg)