Sektor Pariwisata Sumbang Sepertiga PAD Sleman, Terbesar dari Pajak Hotel dan Restoran
Sektor Pariwisata di Kabupaten Sleman menjadi salah satu lokomotif ekonomi dan pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sektor Pariwisata di Kabupaten Sleman menjadi salah satu lokomotif ekonomi dan pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal ini terbukti Dinas Pariwisata Kabupaten mencatat sepanjang tahun 2024 telah mengantongi PAD pariwisata lebih dari Rp 379 miliar.
Jumlah tersebut menyumbang 32,01 persen atau sepertiga dari total PAD Kabupaten Sleman yakni Rp 1,1 triliun.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto mengatakan, kinerja Pariwisata di Kabupaten Sleman sepanjang tahun 2024 tumbuh dengan baik.
Jumlah kunjungan wisatawan ke Sleman mencapai 8,2 juta orang atau melampaui target 7,5 juta. Adapun total PAD yang bisa diraup senilai Rp 379 miliar.
Jumlah sebanyak itu, didapat dari penerimaan pajak restoran Rp 183,6 miliar, pajak hotel Rp 167 miliar dan pajak hiburan Rp 21,7 miliar.
Baca juga: Viral Tenda Hajatan Tutup Jalan Langsung Dibongkar Petugas, Ini Aturan dan Sanksinya
Kemudian didapatkan juga dari penerimaan retribusi wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Rp 5,5 miliar. Sisanya Rp 1,1 miliar dari pendapatan yang sah lainnya.
"Bila dibandingkan dengan pencapaian pada tahun 2024 yang lalu (sebesar Rp353.448.797.415), maka terdapat kenaikan sebesar 7,24 persen," kata Kus Endarto, dikutip Sabtu (11/1/2025).
Keberadaan sarana prasarana pendukung membuat sektor pariwisata di Sleman bergerak dinamis.
Apalagi, Kabupaten Sleman yang berada di sebelah utara, Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan kawasan yang bukan hanya sebagai basisnya perguruan tinggi saja, melainkan juga surganya hotel, hiburan, desa wisata dan pusat perbelanjaan modern.
Kus Endarto mengatakan, berdasarkan data hingga 31 Desember 2024 sebanyak lebih dari 8,2 juta orang berwisata ke pelbagai destinasi wisata di Kabupaten Sleman.
Jumlah tersebut, terbesar berasal dari kunjungan wisatawan Nusantara sebesar 97,27 persen atau sekira 8 juta kunjungan.
Wisatawan pulau Jawa mendominasi kunjungan hingga 75,60 persen. Adapun wisatawan mancanegara tercatat sebesar 224.380 orang.
Berdasarkan hasil kajian, menurut Endarto, rata-rata belanja wisatawan Nusantara yang liburan di Sleman sebesar Rp 1,5 juta per kunjungan.
Jumlah tersebut naik 11,90 persen dibanding rata-rata belanja wisatawan Nusantara di tahun 2023 lalu. Adapun rata-rata belanja wisatawan mancanegara sebesar Rp 6,9 juta per kunjungan.
"Akomodasi, makan minum, pembelian oleh-oleh dan tiket masuk destinasi menjadi komponen terbesar belanja wisatawan," ujar dia. (rif)
| Warga Sleman Dukung MBG Fokus Anak Kurang Gizi: Lebih Tepat Sasaran |
|
|---|
| Tiga Laga Krusial PSS Sleman, Jadi Penentu Tiket Promosi ke Super League Musim Depan |
|
|---|
| PSS Sleman U-19 Taklukkan Persiraja, Anang Hadisaputra Soroti Finishing |
|
|---|
| Pieter Huistra: PSS Sleman Tak Boleh Larut dalam Kekalahan |
|
|---|
| PSS Sleman Wajib Sapu Bersih Tiga Laga, Tiket Promosi di Tangan Sendiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ilustrasi-pajak-tax.jpg)