Cafe Racer Siap Pakai: Bengkel Kustom Solusi Cepat dan Efisien

Bengkel kustom memberikan solusi bagi mereka yang ingin memiliki motor dengan gaya yang sesuai dengan selera mereka, baik bergaya café racer

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/Santo Ari
Megapro 2005 bergaya cafe racer 

Motor ini memiliki ban dengan ring 14 dengan wheel dop atau tutup velg. Knalpot, tangki kustom dengan stang jepit yang membuat pengendara harus merunduk khas kafe racer. 

Meski bengkel kustom memberikan solusi praktis, pembeli tetap harus berhati-hati. Penting untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap motor sebelum memutuskan untuk membeli.

 Hal ini meliputi kondisi mesin, kualitas pengerjaan, keamanan rangka, hingga fungsi komponen lain seperti sistem pengereman dan kelistrikan.

Kia pun mengeluhkan, sedikit menyesal ternyata motor yang ia beli tak semulus yang ia lihat pertama kali. Setelah jalan beberapa bulan, mulai muncul masalah di motornya. 

“Pas awal beli, memang normal semua, namun ketika sudah jalan 1-2 bulan baru ketahuan ada yang mati, rusak. Misalnya di motor ku ini ada kendala di katup bensin yang bocor harus diganti. Dudukan knalpot juga terlalu dekat dengan kick starter, akhirnya kick starter harus dicopot. Lampu-lampu juga ada yang mati,” bebernya. 

cafe racer dengan bahan mesin Megapro 2005 berkapasitas 150cc
cafe racer dengan bahan mesin Megapro 2005 berkapasitas 150cc (Tribunjogja.com/Santo Ari)

Berbekal dari pengalamannya, ia berpesan agar pembeli dapat memastikan bahwa motor kustom yang mereka pilih tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga dalam kondisi prima untuk digunakan.

Langkah pengecekan ini menjadi krusial karena beberapa bengkel mungkin mengutamakan estetika tanpa memperhatikan aspek fungsional atau keamanan. 

Selain itu, motor kustom seringkali melibatkan banyak modifikasi, sehingga potensi munculnya masalah teknis bisa lebih besar. 

Dengan memilih bengkel yang terpercaya dan teliti dalam memeriksa kualitas motor, pembeli dapat menikmati kendaraan unik mereka tanpa khawatir terhadap risiko kerusakan di kemudian hari.

“Saat beli harus dicek bener-bener. Pastikan mesinnya sehat. Selain itu cari yang pajaknya masih panjang. Karena ini dulunya motor orang lain, maka harus tahu identitas sebelumnya, sesuai nama di STNK, agar mudah saat perpanjangan STNK,” pungkasnya. (Tribunjogja.com/nto) 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved