Cafe Racer Siap Pakai: Bengkel Kustom Solusi Cepat dan Efisien
Bengkel kustom memberikan solusi bagi mereka yang ingin memiliki motor dengan gaya yang sesuai dengan selera mereka, baik bergaya café racer
Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com Yogyakarta --- Dalam beberapa tahun terakhir, bengkel motor kustom semakin marak bermunculan di berbagai kota, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan roda dua yang unik dan personal.
Bengkel-bengkel ini menawarkan layanan yang mempermudah pemilik motor untuk memiliki kendaraan kustom tanpa harus memulai dari nol.
Bengkel kustom memberikan solusi bagi mereka yang ingin memiliki motor dengan gaya yang sesuai dengan selera mereka, baik bergaya café racer, chopper, bobber, hingga scrambler.
Namun, meski bengkel kustom memberikan solusi praktis, pembeli tetap harus berhati-hati. Penting untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap motor sebelum memutuskan untuk membeli.
Hal ini meliputi kondisi mesin, kualitas pengerjaan, keamanan rangka, hingga fungsi komponen lain seperti sistem pengereman dan kelistrikan.
Halnya yang dialami Kia (20), pemuda asal Banten yang menempuh pendidikan di Yogyakarta.
Ketertarikannya dengan motor kustom sejak SMA membuat dia akhirnya memutuskan untuk membeli motor kustom.
“Dari SMA suka lihat motor kustom di jalan. Kelihatan keren dan suatu saat pengen punya. Hingga saat kuliah akhirnya bisa kesampaian beli motor kustom,” ujarnya.
Sebenarnya ia berkeinginan untuk memiliki motor chopper, namun ia sadar bahwa motor jenis ini terlalu berlebihan untuk dipakainya pulang pergi ke kampus. Ia pun memutuskan untuk membeli motor bergaya cafe racer.
Informasi bengkel kustom ia peroleh saat dari media sosial.
Begitu sudah menetapkan pilihan, ia pun mendatangi bengkel tersebut untuk membeli motor yang diinginkan.
“Sebenarnya bengkel kustom ini sangat membantu orang seperti aku yang nggak terlalu paham motor dan teknis membangun motor,” ujarnya.
Memilih untuk beli langsung jadipun dinilai lebih efisen dari waktu hingga biaya.
“Kita tinggal ke penjualnya kalau mau beli. Kalau mau bangun sendiri akan makan waktu juga. Tapi kalau beli jadi, jadi lebih cepet ga perlu bolak-balik bengkel dan hemat biaya juga,” imbuhnya.
Iapun memboyong motor bergaya cafe racer dengan bahan mesin Megapro 2005 berkapasitas 150cc.
Motor ini memiliki ban dengan ring 14 dengan wheel dop atau tutup velg. Knalpot, tangki kustom dengan stang jepit yang membuat pengendara harus merunduk khas kafe racer.
Meski bengkel kustom memberikan solusi praktis, pembeli tetap harus berhati-hati. Penting untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap motor sebelum memutuskan untuk membeli.
Hal ini meliputi kondisi mesin, kualitas pengerjaan, keamanan rangka, hingga fungsi komponen lain seperti sistem pengereman dan kelistrikan.
Kia pun mengeluhkan, sedikit menyesal ternyata motor yang ia beli tak semulus yang ia lihat pertama kali. Setelah jalan beberapa bulan, mulai muncul masalah di motornya.
“Pas awal beli, memang normal semua, namun ketika sudah jalan 1-2 bulan baru ketahuan ada yang mati, rusak. Misalnya di motor ku ini ada kendala di katup bensin yang bocor harus diganti. Dudukan knalpot juga terlalu dekat dengan kick starter, akhirnya kick starter harus dicopot. Lampu-lampu juga ada yang mati,” bebernya.
Berbekal dari pengalamannya, ia berpesan agar pembeli dapat memastikan bahwa motor kustom yang mereka pilih tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga dalam kondisi prima untuk digunakan.
Langkah pengecekan ini menjadi krusial karena beberapa bengkel mungkin mengutamakan estetika tanpa memperhatikan aspek fungsional atau keamanan.
Selain itu, motor kustom seringkali melibatkan banyak modifikasi, sehingga potensi munculnya masalah teknis bisa lebih besar.
Dengan memilih bengkel yang terpercaya dan teliti dalam memeriksa kualitas motor, pembeli dapat menikmati kendaraan unik mereka tanpa khawatir terhadap risiko kerusakan di kemudian hari.
“Saat beli harus dicek bener-bener. Pastikan mesinnya sehat. Selain itu cari yang pajaknya masih panjang. Karena ini dulunya motor orang lain, maka harus tahu identitas sebelumnya, sesuai nama di STNK, agar mudah saat perpanjangan STNK,” pungkasnya. (Tribunjogja.com/nto)
| Bengkel di Sleman Keluhkan Kenaikan Harga Oli, Banyak Konsumen Tak Jadi Beli |
|
|---|
| Kisah Bengkel Andong Mbah Joko di Bantul: Lintas Generasi yang Sukses Menembus Mancanegara |
|
|---|
| Napas Baru Besi Tua: Kisah Perjuangan di Balik Bengkel Tedjo Klasyk Yogyakarta |
|
|---|
| Duta Hino Yogyakarta Hadirkan Cabang 3S Terintegrasi, Komitmen Dukung Bisnis Pelangan di DIY |
|
|---|
| Menjaga Marwah Sepeda Federal: Memori Kejayaan Global di Tirtoadi Mlati Sleman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Megapro-2005-bergaya-cafe-racer_2.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.