Disdik Gunungkidul Masih Tunggu Arahan soal Jadwal Terbaru Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis
Disdik Kabupaten Gunungkidul masih menunggu jadwal terbaru soal pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG)
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gunungkidul masih menunggu jadwal terbaru soal pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang sedianya menyasar sejumlah sekolah pada awal tahun 2025 ini.
Sebelumnya, Disdik Gunungkidul menyampaikan pada awal tahun ini program unggulan presiden Prabowo Subianto tersebut, akan menyasar sebanyak 3.100 siswa dari empat sekolah yang ditunjuk sebagai pilot project, yakni SDN 1 Wonosari, SMP 1 Wonosari, SMA 1 Wonosari, dan SMK 3 Wonosari.
"Belum ada informasi lanjutan soal program MBG ini, katanya akan dilaksanakan, tetapi kapannya itu kami belum mengetahui. Masih menunggu kesiapan dari pihak Kodim selaku pihak yang menyediakan makan bergizi gratis,"tutur Kepala Disdik Gunungkidul, Nunuk Setyowati, Minggu (5/1/2025).
Nunuk menambahkan termasuk soal jadwal ulang pelaksanaan di sekolah yang batal melaksanakan program MBG yang sedianya dilakukan pada akhir tahun 2024 lalu.
"Kalau kemarin kan seharusnya, SDN 1 Wonosari menjadi lokasi perdana pelaksanaan program MBG, namun karena dapur sehat belum selesai akhirnya dibatalkan. Sampai sekarang untuk jadwal ulangnya, kami masih menunggu juga,"ucapnya.
Baca juga: Warga Gunungkidul Dibuat Resah, Diduga Empat Ekor Macan Berkeliaran di Ladang Penduduk
Sementara itu, Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Roni Hermawan, mengatakan untuk Dapur Sehat yang akan digunakan untuk tempat menyiapkan program MBG akan didirikan di satu lokasi yakni di belakang Kodim 0730.
"Dapur ini nantinya akan melayani sekitar 3.107 pelajar tiap tingkatan dan ibu hamil.Sasaran Dapur Sehat kami ini berada di radius dua hingga lima kilometer. Sekarang memang baru satu, tidak menutup kemungkinan nanti ada pembangunan Dapur Sehat di wilayah lain oleh pengembang," tuturnya belum lama ini.
Hermawan mengaku Dapur Sehat yang saat ini berdiri belum dapat beroperasi untuk uji coba makan bergizi gratis. Sebab, beberapa sarana-prasarana (sarpras) belum ada.
"Pemerintah Pusat masih melakukan distribusi sarpras untuk melengkapi kebutuhan di dapur nanti,"urainya. (*)
| Bappenas Setop Rencana 104 Juta Penerima MBG, Prioritaskan Perbaikan |
|
|---|
| Cegah Keracunan Makanan, Teknologi AI 'Simetris' Siap Kawal Distribusi MBG di Jogja |
|
|---|
| Tak Sekadar Menerima, SMPN 4 Yogyakarta Turun Langsung Awasi MBG |
|
|---|
| Tak Sekadar Menerima, SMPN 4 Yogyakarta Turun Langsung Awasi Pelaksanaan MBG |
|
|---|
| MBG Bakal Difokuskan pada Anak Kurang Gizi, Pakar UMY Ungkap Prioritas Sasaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Para-siswa-SDN-Nglindur-Gunungkidul-makan-siang-gratis.jpg)