Disdik Gunungkidul Masih Tunggu Arahan soal Jadwal Terbaru Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis

Disdik Kabupaten Gunungkidul masih menunggu jadwal terbaru soal pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG)

Dok. Istimewa
Para siswa SDN Nglindur Gunungkidul dengan boks makan siang di depannya dalam pelaksanaan uji coba makan bergizi gratis, Kamis (12/12/2024) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gunungkidul masih menunggu jadwal terbaru soal pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang sedianya menyasar sejumlah sekolah pada awal tahun 2025 ini.

Sebelumnya, Disdik Gunungkidul menyampaikan pada awal tahun ini program unggulan presiden Prabowo Subianto tersebut, akan menyasar sebanyak 3.100 siswa dari empat sekolah yang ditunjuk sebagai pilot project, yakni SDN 1 Wonosari, SMP 1 Wonosari, SMA 1 Wonosari, dan SMK 3 Wonosari. 

"Belum ada informasi lanjutan soal program MBG ini, katanya akan dilaksanakan, tetapi kapannya itu kami belum mengetahui. Masih  menunggu kesiapan dari pihak Kodim selaku pihak yang menyediakan makan bergizi gratis,"tutur Kepala Disdik Gunungkidul, Nunuk Setyowati, Minggu (5/1/2025).

Nunuk menambahkan termasuk soal jadwal ulang pelaksanaan di sekolah yang batal melaksanakan program MBG yang sedianya dilakukan pada akhir tahun 2024 lalu.

"Kalau kemarin kan seharusnya, SDN 1 Wonosari menjadi  lokasi perdana pelaksanaan program MBG, namun karena dapur sehat belum selesai akhirnya dibatalkan. Sampai sekarang untuk jadwal ulangnya, kami masih menunggu juga,"ucapnya.

Baca juga: Warga Gunungkidul Dibuat Resah, Diduga Empat Ekor Macan Berkeliaran di Ladang Penduduk

Sementara itu, Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Roni Hermawan, mengatakan untuk Dapur Sehat yang akan digunakan untuk tempat menyiapkan program MBG akan didirikan  di satu lokasi yakni di belakang Kodim 0730. 

"Dapur ini nantinya akan melayani sekitar 3.107 pelajar tiap tingkatan dan ibu hamil.Sasaran Dapur Sehat kami ini berada di radius dua hingga lima kilometer. Sekarang memang baru satu, tidak menutup kemungkinan nanti ada pembangunan Dapur Sehat di wilayah lain oleh pengembang," tuturnya belum lama ini.

Hermawan mengaku Dapur Sehat yang saat ini berdiri belum dapat beroperasi untuk uji coba makan bergizi gratis. Sebab, beberapa sarana-prasarana (sarpras) belum ada. 

"Pemerintah Pusat masih melakukan distribusi sarpras untuk melengkapi kebutuhan di dapur nanti,"urainya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved