Masjid Kamaluddin, Gerakan Pemberdayaan Berbasis Masjid 

Pengurus Ta'mir Masjid Kamaluddin menyelenggarakan rapat kerja pada hari Sabtu (28/12/2024) di Yogyakarta.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Pengurus Ta'mir Masjid Kamaluddin menyelenggarakan rapat kerja pada hari Sabtu (28/12/2024) di Aula Kantor DPD RI DIY. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengurus Ta'mir Masjid Kamaluddin menyelenggarakan rapat kerja pada hari Sabtu (28/12/2024) di Aula Kantor DPD RI DIY.

Acara dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah PWNU DIY KH A Zuhdi Muhdlor, Yasin Mustofa, Sekretaris 2 LTM PWNU DIY dan jajaran pengurus Masjid Kamaluddin, Krapyak Wetan Panggungharjo Sewon Bantul.

Masjid Kamaluddin merupakan salah satu masjid percontohan tingkat DIY dan telah mendapatkan SK sebagai masjid percontohan dari PWNU DIY yang ditetapkan beberapa waktu lalu di Kulon Progo.

Ketua pelaksana musyawarah kerja, Kiai Abdul Bashir yang juga sebagai ketua 2 bidang imarah menjelaskan bahwa konsep masjid percontohan di masjid Kamaluddin yaitu menggerakkan kegiatan berbasis masjid mulai dari pemberdayaan ekonomi dan penguatan pemahaman tentang amaliyah Aswaja an-nahdliyah. Kiai Bashir menambahkan kegiatan rutin yang sudah berjalan meliputi pengajian rutin Tafsir Al-Ibriz, Al Usfuriyah, majelis Burdah dan mujahadah.

Menurut Kiai Ridwanul Mustofa ketua Ta'mir Masjid Kamaludin, raker yang diselenggarakan merupakan tindaklanjut para pengurus untuk menyusun dan membuat program kerja. "Insya Allah, sebagai masjid percontohan PWNU DIY kami bersama-sama siap mengelola masjid Kamaluddin dengan profesional", katanya.

KH A Zuhdi Muhdlor, Ketua Tanfidziyah PWNU DIY hadir menyampaikan sambutan, mengapresiasi atas terselenggaranya rapat kerja tersebut. Kiai Zuhdi berharap ta'mir masjid bisa masyarakat dengan masjid, karena tidak sedikit masyarakat enggan ke masjid karena ta'mir yang kurang ramah terhadap jama'ah maupun masyarakat.

"Nah, untuk menumbuhkan empati masyarakat untuk aktif ke masjid yaitu seperti konsep dalam Islam yaitu ibda binafsika mulai dari diri sendiri", Kata Kiai Zuhdi.

Keberhasilan program masjid tentu perlu didukung keaktifan pengurus masjid, sehingga masyarakat akan tertarik datang dan aktif karena melihat contoh langsung dari pengurus ta'mir.

Kiai Zuhdi menambahkan menjadi pengurus masjid percontohan harus lebih aktif hadir di kegiatan masjid, baik solat berjama'ah maupun pengajian rutin.

Program masjid percontohan digagas oleh pengurus Lembaga Ta'mir Masjid Nahdlatul Ulama PWNU DIY bertujuan untuk mengoptimalkan jumlah masjid NU yang berada di wilayah DIY. Dengan jumlah 8000an masjid yang tersebar sampai di desa-desa diharapkan masjid NU mampu membangkitkan kesejahteraan masyarakat semakin berdaya. (*)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved