Perayaan Natal Nasional, Prabowo Dijadwalkan Hadir, Kapolri Minta Anak Buahnya Jaga Jalur Tikus

Polda Metro Jaya menyiagakan 1.418 personel gabungan pengamanan Natal Nasional di Indonesia Arena kawasan GBK,

Editor: ribut raharjo
YouTube Egyptian Presidency
Presiden Prabowo Subianto 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menyiagakan 1.418 personel gabungan pengamanan Natal Nasional di Indonesia Arena kawasan GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (28/12/2024) pukul 16.00 WIB.

Dalam acara perayaan itu Presiden Prabowo Subianto diagendakan hadir.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary menuturkan ribuan personel gabungan terdiri dari Polda, Polres Jakpus dan Gabungan TNI serta Pemprov DKI (Dishub, Pol PP, Dinkes, Damkar).

“Dalam pengamaman, kami kedepankan upaya preventif didukung dgn kegiatan preemtif, intelijen dan penegakan hukum dgn harapan terciptanya jaminan keamanan dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung,” ucapnya kepada wartawan, Jumat (27/12/2024).

Adapun peserta Natal Nasional sebanyak 15.000 orang.“Kami mengimbau kepada masyarakat baik itu peserta maupun masyarakat pengguna jalan yang melintas untuk tetap mematuhi aturan/tata tertib yang disampaikan oleh petugas kami di lapangan,” tambahnya.

Ade Ary menambahkan kegiatan keagamaan tersebut diharapkan dapat berjalan dengan tertib, aman dan nyaman serta saling menghargai kekhusyukan  pelaksanaan kegiatan keagamaan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat menghindari akses jalan sekitar Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dikarenakan adanya kegiatan Natal Nasional.

Rekayasa arus lalu lintas diberlakukan di sekitar Gelora Bung Karno (GBK) bersifat situasional, bila ada perubahan akan diinformasikan kemudian. Ade juga meminta masyarakat yang mengikuti acara tersebut untuk mematuhi arahan petugas di lapangan.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan ke jajaran untuk mengantisipasi aksi pemalakan khususnya di kawasan tempat wisata saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal ini dikatakan Sigit setelah ditemukannya laporan dari masyarakat adanya aksi pemalakan khususnya di jalur-jalur tikus yang mengarah ke tempat wisata tersebut terutama di wilayah Jawa Barat.

"Kecenderungan masyarakat untuk melalui jalur-jalur tikus, oleh karena itu tadi kita minta untuk dilaksanakan sweeping, khususnya di saat terjadi puncak arus. Karena dari laporan yang ada memang sempat terjadi potensi, ada pemalakan," kata Sigit.

Menurut Sigit, saat ini pergerakan masyarakat khususnya ke tempat-tempat wisata semakin menunjukkan peningkatan. Untuk itu, dia meminta agar pihaknya berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan pengamanan yang lebih ketat lagi.

"Oleh karena itu saya minta untuk ke depan ini diantisipasi perbanyak kegiatan patroli gabungan TNI-Polri dan seluruh stakeholder terkait dan pastikan masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan, melaksanakan puncak air tahun," tuturnya.

"Terus tingkatkan sinergitas dan soliditas seluruh stakeholder yang terkait yang melaksanakan pengawasan Nataru, baik mulai dari TNI-Polri, perhubungan, kesehatan, jasa marga, dan seluruh rekan-rekan yang lain. Sehingga rangkaian operasi Nataru betul-betul bisa berjalan dengan baik dan masyarakat betul-betul bisa terlayani dengan baik," sambungnya. (Tribun Network/abd/nas/wly)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved