Menyusun Naskah Pantomim, Rangkuman Seni Budaya BAB 8 SMP Kelas 8 Kurikulum Merdeka

Simak artikel berikut untuk mengetahui menyusun naskah pantomim, rangkuman Seni Budaya BAB 8 SMP Kelas 8 Kurikulum Merdeka.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Pinterest
Pantomim 

TRIBUNJOGJA.COM – Pada kali ini kita akan membahas mengenai menyusun naskah pantomim, rangkuman Seni Budaya BAB 8 SMP Kelas 8 Kurikulum Merdeka.

Materi dilansir dari buku paket SMP Kelas 8 Kurikulum Merdeka karya Eko Purnomo, Deden Haerudin, Buyung Rohmanto, Julius Juih.

Baca juga: Rangkuman Materi Teknik Dasar Pantomim, Seni Budaya BAB 7 SMP Kelas 8 Kurikulum Merdeka

Pantomim adalah pertunjukan teater yang menampilkan gambaran suatu objek atau benda tanpa menggunakan kata-kata, tetapi menggunakan gerakan tubuh dan mimik wajah.

Gerakan tubuh dan wajah pantomim menggambarkan perasaan dan suasana hati dari pemainnya sehingga dapat dinikmati oleh penontonnya.

Istilah pantomim berasal dari bahasa Yunani yang artinya serba isyarat.

Berarti secara etimologis, pertunjukan pantomim yang dikenal sampai sekarang itu adalah sebuah pertunjukan yang tidak menggunakan bahasa verbal, bahkan bisa sepenuhnya tanpa suara apa-apa.

Ciri dan Keunikan Pantomim

Pantomim adalah pertunjukan teatrikal yang diungkapkan melalui ciri-ciri dasarnya, yaitu ketika seseorang melakukan gerakan-gerakan yang bermakna dan mempunyai arti.

Seniman pantomim terkenal dengan riasan putih dan celak hitam mata, serta tampilan wajah lain untuk melebih-lebihkan emosinya.

Baju kaos bergaris hitam putih, sarung tangan putih dan topi hitam juga termasuk kelengkapan kostum seniman pantomim.

Riasan ini digunakan dalam pertunjukan pantomim untuk menekankan sifat karakter dan ekspresinya sehingga dapat dilihat dengan jelas dari kejauhan.

Bentuk tampilan riasan wajah pantomim pada masa kini lebih berkembang dan bervariatif sesuai dengan gaya dan kreasi masing-masing pantomer, tetapi tetap dengan alas bedak dasar putih.

Sumber Cerita Pantomim

Untuk membuat pementasan pantomim yang baik diperlukan penyusunan alur cerita yang baik juga.

Cerita-cerita yang bisa menarik untuk di pakai dalam pantomim pada dasarnya sama dengan alur cerita-cerita pendek lebih pada penggambaran adegan dan situasi yang dialami tokoh utama.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved