Naik Daun, Layanan Ojol Lokal JogjaKita Semakin Digandrungi Masyarakat
Layanan ojek online (ojol) lokal asal Yogyakarta, JogjaKita, semakin naik daun dan digandrungi warga masyarakat.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Layanan ojek online (ojol) lokal asal Yogyakarta, JogjaKita, semakin naik daun dan digandrungi warga masyarakat.
Dengan pendekatan personal yang fokus pada kebutuhan publik setempat, JogjaKita berhasil menarik perhatian dan antusiasme penduduk Kota Pelajar.
Salah satu pelanggan JogjaKita, Ria, mengaku sangat terbantu dengan berbagai kemudahan yang dirancang khusus untuk kebutuhan warga Yogyakarta.
Mahasiswa UGM itu menyebut, JogjaKita menawarkan tarif kompetitif, pengemudi ramah, hingga program sosial yang membuat platform ini berbeda dari layanan lainnya.
"JogjaKita punya rasa lokal yang kuat. Pengemudinya nggak cuma antar-jemput, tapi juga berinteraksi seperti keluarga," katanya.
General Manager JogjaKita, Dheny Septiawan, mengatakan, kekuatan lokalitas itu memang sengaja ditonjolkannya.
Salah satunya, dengan berkolaborasi bareng komunitas lokal, layaknya UMKM, pelaku seni, serta kampus atau perguruan tinggi.
"Kami berusaha menjadi lebih dari sekadar layanan ojol. Kami ingin menjadi bagian dari ekosistem Yogyakarta yang inklusif," ujarnya.
Baca juga: JogjaKita Bantu Bayarkan Uang Kos Mahasiswa Korban Pemukulan yang Viral di Media Sosial
Meski demikian, fokus pada keamanan dan kenyamanan yang sering menjadi sorotan, sama sekali tidak dikesampingkan JogjaKita.
Pihaknya pun memiliki komunitas Jogo Jogja, yang di dalamnya ada fitur opsi pembayaran cashless dan pelatihan berkala bagi pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan penumpang.
"Keamanan adalah prioritas utama kami. Kami ingin penumpang merasa nyaman dan aman sepanjang perjalanan," ungkapnya.
Di samping itu, JogjaKita juga memiliki program sosial bertajuk 'Kilometer Kebaikan' yang memberikan manfaat luas untuk elemen masyarakat yang membutuhkan.
Lewat program tersebut, setiap pesanan di JogjaKita, membantu anak yatim atau piatu untuk berangkat sekolah gratis dengan diantar JogjaKita.
"Program ini juga mendapatkan sambutan baik dari KPAID Yogyakarta dan menerima penghargaan khusus dalam KPAID Award," terangnya.
Dengan dukungan warga Yogyakarta, pihaknya pun berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperluas layanan.
Mulai dari pengembangan aplikasi yang lebih user-friendly, hingga integrasi layanan pengantaran barang dan makanan, untuk menjadi solusi lengkap bagi mobilitas dan kebutuhan warga Yogya.
"JogjaKita membuktikan bahwa layanan ojek online lokal bisa bersaing dengan pemain besar nasional. Dengan semangat 'dari Yogya untuk Yogya', kami ingin memberikan manfaat," ucapnya. (aka)
| Ojek Online DIY Desak Kejelasan dan Keterbukaan Perpres No 27 Tahun 2026 |
|
|---|
| Prabowo Minta Potongan Komisi Aplikator Ojol di Bawah 10 Persen |
|
|---|
| Grab Luncurkan 13 Fitur Berbasis AI, Memudahkan Konsumen, Mitra, hingga Merchant |
|
|---|
| Bupati Hamenang Beri Bingkisan Idulfitri ke 500 Ojol-Opang di Klaten |
|
|---|
| Total Alokasi BHR Driver Grab Naik Dua Kali Lipat, Pengemudi di Yogyakarta Menanti Kepastian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Naik-Daun-Layanan-Ojol-Lokal-JogjaKita-Semakin-Digandrungi-Masyarakat.jpg)