Mengenal Larangan-larangan dalam Shalat Jumat

Artikel berikut membahas mengenai larangan-larangan dalam Shalat Jumat.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Pinterest.com
Ibadah Shalat Jumat 

Namun, jika sang khotib mendoakan mereka pada waktu-waktu selain khotbah, maka boleh saja dengan syarat yaitu tidak menyebutkan mereka dengan sesuatu yang memang tidak ada dalam diri mereka.

5. Mengeraskan suara saat berdoa dan mengamininya saat berkhotbah

Masalah ini menjadi satu perkara bid’ah yang sudah menyebar di sebagian negara umat islam, yakni muazin atau beberapa temannya mengerasakan suara di antara dua khotbah dengan diiringi dendang, disertai anggapan dengan melakukan hal tersebut, ia telah melakukan hal yang paling baik.

Di dalam Asy- Syarh Ash Shaghir, Ad-Dardir mengatakan, “Di antara bid’ah terlarang yang menimpa kumpulan orang-orang yang berlebihan dalam hal ini di berbagai kota ialah, adanya teriakan yang mirip dengan bernyanyi dan berdendang. Namun, tak seorang ulama pun mengingkarinya."

Diantara bid’ah lainnya yang tercela ialah, manakala sang khotib yang bodoh berkata pada akhir khotbah pertama berdoalah kepada Allah, sedangkan kalian yakin Allah akan mengabulkannya.

Kemudian ia duduk dan mendengar pekikan suara yang merintih dan keras dari jamaah yang duduk, dimana mereka terus berteriak, hingga sang khotib hampir selesai dari khotbah keduanya.

Selain itu, termasuk berlebihan pula, jika ada sekelompok orang yang mengerasakan suara ketika mengatakan “Amin, amin, amin, yan mujibas sa’ilin, hingga akhir pembiacaraan yang cukup panjang.

6. Melangkahi pundak jamaah

Di dalam Islam, terdapat larangan menyakiti dan menganggu orang-orang yang shalat dengan melangkahi leher atau barisan mereka.

Hal ini dinyatakan dalam hadits Abdullah bin Basar, ia berkata, “Pada suatu Jumat, seorang laki-laki datang dan melangkahi leher jamaah jumat, sementara Nabi Muhammad sedang berkhotbah."

Lantas Rasulllah bersabda, “Duduklah, sungguh kamu telah menyakiti dan menganggu.” 

7. Al-Ijtiba’ (Duduk dengan merapatkan kedua kaki ke perut) saat imam khotbah

Al-Ij’tiba ialam kondisi seseorang yang melipat kedua kakinya ke perut dengan baju, dimana ia menyatukan dengan baju itu bersama punggungnya, lalu merapatkannya ke perut.

Terkadang, ia juga melakukan dengan kedua tangan sebagai ganti baju.

8. Libur pada Hari Jumat sebagai bentuk penghormatan

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved