Rangkuman Materi Sejarah Kelas 11 SMA Bab 2 Unit B Bagian 2: Sarekat Islam dan Indisce Partij
Rangkuman materi Sejarah Kurikulum Merdeka Kelas 11 SMA Bab 2 Unit B Bagian 2 Mengenal Organisasi Sarekat Islam dan Indisce Partij.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Di bawah kepemimpinan H.O.S Tjokroaminoto, SI memiliki banyak cabang dan anggota yang sangat banyak hingga membuat pemerintah kolonial Belanda khawatir dan terancam atas perkembangan SI, sehingga membuat kebijakan-kebijakan yang membatasi kegiatan-kegiatannya.
Baca juga: Rangkuman Materi Sejarah Kelas 11 SMA Bab 2 Unit A Bagian 2: Mengenal Mahatma Gandhi
b. Indische Partij (IP)
Indische Partij adalah wadah perjuangan pertama yang berwujud partai politik berideologi nasionalisme yang berdiri pada 25 Desember 1912.
Walaupun namanya menggunakan bahasa Belanda, organisasi ini adalah partai yang keanggotaannya terbuka untuk semua orang di Hindia Belanda dengan program perjuangan mengusung nasionalisme Hindia.
Tokoh utama IP adalah Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi), Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat.
Douwes Dekker seorang Indo, adalah penentang kebijakan diskriminasi rasial dalam masyarakat kolonial.
Kritik terhadap kehidupan kolonial telah dilayangkan sejak awal abad ke-20 oleh Tjipto Mangunkusumo.
Menurutnya masyarakat Jawa sulit mengalami kemajuan karena dikekang oleh feodalisme, kehidupan masyarakat Hindia Belanda mengalami eksploitasi yang berlebihan.
Ideologi IP adalah nasionalisme dengan tujuan mencapai kemerdekaan tanah air Hindia dari pemerintah kolonial.
Bagi mereka tanah Hindia adalah rumah bagi semua kelompok yang ada seperti bumiputera, Indo, Tionghoa, dan sebagainya.
Nama IP semakin dikenal ketika terlibat dalam Komite Bumiputera yang menentang diadakannya perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda atas Prancis pada tahun 1913.
Tujuan dibentuknya Komite Bumiputera adalah memperjuangkan kebebasan berpendapat serta adanya majelis permusyawaratan yang menyuarakan kepentingan rakyat Hindia.
Sarekat Islam dan Indische Partij merupakan contoh nyata bagaimana organisasi-organisasi masyarakat dapat berperan penting dalam perubahan sosial dan politik.
Semangat nasionalisme, persatuan, dan perjuangan yang ditanamkan oleh kedua organisasi ini terus hingga saat ini.
Meskipun keduanya memiliki perbedaan dalam hal ideologi dan strategi, namun semangat untuk mencapai kemerdekaan Indonesia ialah satu. ( MG Maryam Andalib )
Baca juga: Rangkuman Materi Sejarah Kelas 11 SMA Bab 2 Unit A Bagian 3: Mengenal Sun Yat Sen dan Jose Rizal
Rangkuman Pengetahuan Umum
sejarah
Ilmu Sejarah
Kelas 11
Kurikulum Merdeka
Sarekat Islam
Indische Partij
| UAJY Ajak Mahasiswa Internasional Telusuri Jejak Hindia Belanda Lewat ISG 2026 |
|
|---|
| Trah Sri Sultan HB II Menagih Utang Sejarah, Dorong Gelar Pahlawan Nasional |
|
|---|
| Renaissance Yogyakarta: Menapaki Kembali Pemikiran Pangeran Mangkubumi dalam Hadeging Nagari ke-271 |
|
|---|
| Contoh Kata Hubung Tanpa Tanda Koma, Materi Bahasa Indonesia Kelas 4 Kurikulum Merdeka |
|
|---|
| Pemda DIY Luncurkan Dua Buku, Bahas Perjalanan Sejarah Pemerintah dan Pertanahan DIY |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Buku-Sejarah-Kelas-11-SMA.jpg)