Kelola Bank Sampah Mandiri, RS Bathesda Menuju Transformasi Green Hospital
Inovasi pengolahan sampah di RS Bathesda digadang-gadang menjadi pioner dalam memproses sampah di lingkungan rumah sakit.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -
Mereka menciptakan Bank Sampah lengkap dengan buku tabungan sampah di lingkungan rumah sakit guna memudahkan pengolahan sampah di rumah sakit.
Tabungan sampah ini terintegrasi melalui aplikasi untuk mencatat perputaran sampah yang telah diolah.
"Kami menginisiasi Bank Sampah tujuannya untuk turut serta, ikut andil berperan mengurangi masalah sampah di DIY," kata Wakil Direktur Keuangan, HRD dan Umum RS Bathesda Yogyakarta, Th. Girindra Surya, Jumat (15/11/2024).
Pria yang akrab disapa Giri ini menyampaikan, pihaknya berusaha menanamkan budaya pengolahan sampah.
Ia beranggapan masalah pokok terkait sampah yakni menyangkut budaya atau kebiasaan membuang sampah.
"Sebetulnya masalah pokoknya soal budaya. Dengan ini kami minimal karyawan sekitar 1000 orang ini terpapar budaya baru memilah sampah," terang Giri.
Dengan adanya bank sampah ini RS Bathesda masuk kandidat Green Hospital, sebuah konsep rumah sakit yang berwawasan lingkungan dan ramah lingkungan.
Baca juga: Jumlah Bank Sampah di Bantul Meningkat, Capai 534 Unit pada 2024
Selain itu pihak manajemen RS Bathesda juga melakukan transformasi pengurangan limbah makan.
"Yang terakhir perubahan sistem pemberian makan siang karyawan dulu nasi bungkus, sekarang dengan sistem voucher. Dengan itu minimalisir sampah bisa optimal," terang dia.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) DLHK DIY, Syamsu Agung Wijaya, turut mengapresiasi inovasi RS Bathesda Yogyakarta terkait pengolahan sampah.
Ia melihat secara langsung lokasi Bank Sampah RS Bathesda Yogyakarta yang menurutnya sangat layak dijadikan percontohan.
"Kalau saya mengapresiasi apa yang dilaksanakan di sini berarti mereka tujuannya bank sampah untuk edukasi ekonomi sirkuler jangan sampai sampah betul-gak gak terpakai," terang dia.
Selain itu Syamsu Agung menganggap bank sampah RS Bathesda layak menjadi pioner rumah sakit di Yogyakarta.
"Yang bagus lagi dari RS Bathesda dia bekerjasama dengan Pilah Berkah, residu ini dikerjasamakan pilah berkah dan ini menjadi pioner RS di Jogja untuk mengurangu sampah," pungkasnya. (hda)
DIY Masuk Prioritas Pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik, Eksekusi Tunggu Pusat |
![]() |
---|
Baru Ada 300 Bank Sampah, Gunungkidul Butuh 1.430 Unit |
![]() |
---|
KAI Bandara Beri Dukungan Pendidikan Hingga Pendampingan Poktan dan Pengolahan Sampah |
![]() |
---|
Satpol PP Panggil Pemilik Sampah Ilegal yang Dibuang di Giring Gunungkidul |
![]() |
---|
Satpol PP Klaim Perilaku Buang Sampah Liar di Bantul Berkurang, Ini Penyebabnya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.