Kisah Sukses Perajin Topeng Asal Bantul

Merajut Mimpi dari Limbah Buah Kelapa

Barang yang dianggap sampah itu ternyata punya nilai ekonomis tinggi di tangan Suyanto (54), perajin buah kelapa asal Padukuhan Wonorejo 1, Sanden

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Suyanto, perajin topeng monyet berbahan baku kelapa di Sanden, Bantul 

Jika pesanan cukup banyak, Suyanto juga meminta bantuan kepada para tetangganya untuk mencarikan bahan baku kelapa gabug. Setiap butir kelapa gabug yang disetorkan, Suyanto menghargainya Rp 1000.

Awal Merintis Usaha

Merajut Mimpi dari Limbah Buah Kelapa 1
Topeng monyet yang dibuat oleh Suyanto. Topeng ini terbuat dari buah kelapa

Suyanto awalnya tidak memiliki keahlian membuat kerajinan kelapa. Maklum, sebelum mendirikan sanggar Yans Handicraft, Suyanto adalah seorang karyawan pabrik ban di Tangerang.

Namun krisis moneter 1998 memaksa Suyanto pulang ke kampung halaman sang istri di Sanden, Bantul. Pulang dari perantauan, Suyanto tidak memiliki pekerjaan.

Dia lantas mencoba peruntungan dengan membuat kerajinan berbahan baku kayu jati. Di tengah menjalankan usaha kerajinan kayu, tepatnya sekitar 2007, Suyanto diminta seorang pelanggan untuk membuat topeng berbahan baku kelapa.

Tanpa pikir panjang, ayah dua anak itu langsung menyanggupi permintaan pelanggannya itu. Dia lantas membuat sampel dan langsung dikirimkan ke pelanggannya.

Ternyata, sang pelanggan menyukai topeng monyet berbahan baku dari kelapa itu. Sejak saat itu pesanan demi pesanan diterima oleh Suyanto.

" Dulu itu ada pelanggan yang minta dibuatkan topeng dari kelapa, terus saya buatkan dan pelanggan itu menyukainya,"jelasnya.

 "Di Bantul, belum ada yang memanfaatkan cumplung kelapa. Saya pikir, kenapa tidak mencoba?" lanjutnya.

Selain membuat topeng, Suyanto juga membuat aneka kerajinan berbahan kelapa lainnya. Mulai dari gantungan kunci, tabungan, pakan burung, dan hiasan dinding. 

Produk-produk ini menarik perhatian banyak orang, terutama di tempat-tempat wisata. 

Perlahan, Yan's Handicraft mulai mendapat tempat di pasar, bahkan produknya dijual hingga ke Malioboro dan Beringharjo di Yogyakarta, serta beberapa toko oleh-oleh di Jawa Timur dan Bali. Produk ini juga digemari oleh wisatawan mancanegara.

Dengan semakin bertumbuhnya usaha, Suyanto mulai mempekerjakan enam hingga tujuh orang warga setempat.

Mereka bahu-membahu dalam proses produksi, dari pembuatan hingga pemasaran. Saat ini, rata-rata ia mampu menjual 1.500 unit kerajinan setiap bulan.

Produk yang Bervariasi dan Ekonomis

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved