Berita Klaten Hari Ini

Festival Desa Wisata Klaten Resmi Dibuka, Hadirkan Tema Desamorfosis

Festival Desa Wisata Kabupaten Klaten 2024 resmi dibuka pada Jumat (1/11/2024).

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Dewi Rukmini
Puluhan desa wisata di Kabupaten Klaten pamerkan potensi pariwisata dna ekonomi kreatif di gelaran Festival Desa Wisata Kabupaten Klaten 2024 di timur kompleks Candi Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (1/11/2024). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini


TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Festival Desa Wisata Kabupaten Klaten 2024 resmi dibuka pada Jumat (1/11/2024). Kegiatan pembukaan Festival Desa Wisata 2024 diawali dengan penampilan band pelajar hingga talk show terkait desa wisata dan ekonomi kreatif. 


Festival Desa Wisata 2024 inisiasi Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Parisiwata (Disbud Porapar) Kabupaten Klaten itu digelar di timur kompleks Candi Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 


Pantauan Tribunjogja.com, ada sekitar puluhan stan desa wisata yang memamerkan potensi unggulannya pada Jumat (1/11/2024). Meski sore itu tidak terlalu banyak pengunjung lantaran hujan terus menguyur wilayah tersebut. Namun, tidak mematahkan semangat para pengelola desa wisata di Kabupaten Klaten


Sore itu, sejumlah stan terlihat masih berbenah. Meski begitu hampir sebagian besar stan sudah siap menerima kunjungan masyarakat, terutama wisatawan. Mengingat gelaran Festival Desa Wisata Kabupaten Klaten akan berlangsung sampai Minggu (3/11/2024). 


Kepala Disbud Porapar Kabupaten Klaten, Sri Nugroho, mengatakan, Festival Desa Wisata adalah gelaran rutin yang bergulir setiap setahun sekali. Gelaran tersebut telah dimulai sejak 2023. 


"Tentu tujuannya untuk membangkitkan ekonomi kreatif, karena dengan adanya ekonomi kreatif maka masyarakat bisa mengembangkan sumber daya dan potensi masing-masing desa. Maka, kami wadahi lewat kegiatan Festival Desa Wisata," ucap Sri Nugroho kepada Tribunjogja.com, Jumat (1/11/2024). 


Tak hanya lewat fasilitasi event, pihaknya juga mewadahi pengembangan potensi ekonomi kreatif dari segi administrasi hingga payung hukum. Sehingga fasilitasi tak hanya secara pameran atau pengenalan tetapi juga dalam hal kelengkapan kelembagaan. 


Lebih lanjut, gelaran Festival Desa Wisata Kabupaten Klaten 2024 mengambil tema Desamorfosis. Sri Nugroho menjelaskan tema tersebut diangkat dengan harapan bisa menumbuhkan desa wisata baru di Kabupaten Klaten


Seperti diketahui, Kabupaten Klaten memiliki jumlah desa cukup besar yakni 391 desa. Namun yang memiliki julukan desa wisata baru sekitar 39 desa (sebelumnya disebut 36). Oleh karena itu, dengan gelaran Festival Desa Wisata diharap bisa memberikan edukasi kepada desa lain terkait pengembangan potensi daerah. 


"Salah satunya lewat talk show sore ini, kami coba mengaungkan kembali geliat desa wisata. Setidaknya kami berharap dari 391 desa di Klaten nanti 50 persennya adalah desa wisata, atau paling tidak Pokdarwisnya bisa bertambah, karena sekarang masih hampir 70," tuturnya. 


Adapun di sektor ekonomi kreatif dalam gelaran itu juga akan diwujudkan dengan penampilan berbagai budaya, tari-tarian, ataupun potensi seni lokal dari masing-masing desa wisata. Pihaknyabjuga menyediakan puluhan stan kuliner untuk memeriahkan acara tersebut. 


Ketua Desa Wisata (Deswita) Angkringan Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Menik Rahayu (46), menilai gelaran Festival Desa Wisata tersebut sangat bagus dan berpihak terhadap pengembangan desa wisata. Terutama membantu desa wisata dalam mempromosikan potensi wilayahnya kepada masyarakat. 


"Walaupun sebenarnya kami sudah promosi mandiri lewat media sosial, tetapi rasanya berbeda. Karena dengan gelaran event begini bisa didatangi banyak orang, bahkan mungkin wisatawan mancanegara. Mengingat wilayah ini kan sangat strategis, apalagi besok Sabtu Minggu banyak wisatawan candi," ujarnya. 


Menik berharap, pengembangan desa wisata ke depan bisa terus berfokus memanfaatkan potensi desa yang dikelola bersama, sehingga bisa memberi kesejahteraan bagi masyarakat. Menurutnya, ketika desa wisata terus berkembang maka warga desa tidak perlu ke luar kota untuk bekerja. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved