UMKM Sumberadi Sleman Didorong Siap Saing Hadapi Pasar Global
UMKM bisa bergabung untuk membentuk koperasi, sehingga mereka dapat memiliki kekuatan lebih dalam memasarkan produk mereka.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Plh Kadiskop UKM DIY, Wisnu Hermawan, SP, M.T, menekankan pentingnya pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan masyarakat.
Ia mencatat potensi besar dimiliki UMKM di DIY, termasuk keragaman produk yang ditawarkan.
"Ketika saya mengunjungi warung-warung di sini, saya melihat semangat luar biasa dari para pelaku UMKM. Ini bukan hanya sekadar bisnis, tetapi mereka memiliki pola pikir entrepreneur yang sangat kreatif," ujar Wisnu dalam Sarasehan SiBakul yang digelar di Kalurahan Sumberadi, Sleman, beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, bahwa Indonesia sangat membutuhkan lebih banyak entrepreneur untuk mencapai rasio wirausaha yang setara dengan negara maju, di mana sekitar 10-15 persen dari populasi adalah pengusaha.
Dengan harapan Indonesia dapat memiliki 15.000 entrepreneur per 100 orang, Wisnu menekankan pentingnya mencetak generasi baru yang tidak hanya menjalankan bisnis, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja dan menciptakan produk kreatif yang berdaya guna.
"Kita perlu mempertemukan UMKM dengan pengusaha besar, untuk bermitra dan saling mendukung," ujarnya.
Wisnu juga menyoroti program inkubasi yang disiapkan oleh dinas untuk membantu produk-produk UMKM yang berkualitas agar bisa terhubung dengan brand-brand besar.
"Kami ingin agar produk lokal dapat di-industrialisasi, sehingga dapat memiliki kontinuitas dan keberlanjutan di pasar," tambahnya.
Dia menekankan pentingnya branding dan kolaborasi, di mana UMKM bisa bergabung untuk membentuk koperasi, sehingga mereka dapat memiliki kekuatan lebih dalam memasarkan produk mereka.
"Dengan membentuk branding yang baik, produk-produk ini tidak hanya bisa bersaing tetapi juga dapat bertahan di pasar yang kompetitif," jelasnya.
Wisnu juga memberikan gambaran optimis tentang masa depan UMKM di Yogyakarta, menyatakan bahwa dengan dukungan yang tepat, produk-produk lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan sampai ke kota-kota lain seperti Solo.
"Dengan infrastruktur yang semakin baik, kami bisa membuat produk Jogja dikenal lebih luas," ujarnya.
Baca juga: Kainnesia, UMKM Asal Yogyakarta Raih Sukses di Pertamina SMEXPO 2024
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai mengungkapkan dukungannya terhadap pelaku UMKM yang memiliki cita-cita tinggi, yang ingin menjual produknya ke luar negeri.
Anton menjelaskan bahwa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), banyak produk makanan dan kerajinan yang memiliki daya tarik.
Namun, untuk bisa memasuki pasar yang lebih luas, termasuk hotel dan acara resmi, UMKM perlu memenuhi standar tertentu.
| Perbedaan Versi Kian Tajam, Kasus Dana Hibah Pariwisata Sleman Masuki Tahap Konfrontir |
|
|---|
| Gol PSS Sleman Dianulir VAR saat Lawan Persipura, Ini Komentar Ansyari dan Kim Kurniawan |
|
|---|
| Kesaksian Harda Kiswaya soal Dana Hibah Pariwisata Sleman dan Pilkada 2020 |
|
|---|
| PSS Sleman Curi Poin di Markas Persipura, Ansyari Lubis: Ini Penting |
|
|---|
| Babak Baru Kasus Suami di Sleman Jadi Tersangka karena Kejar Penjambret Tas Istri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sarasehan-SiBakul-di-Sleman.jpg)