8 Manfaat Tidur yang Cukup bagi Kesehatan
Kurang tidur dapat menyebabkan kelelahan, masalah kesehatan jangka panjang, dan berpengaruh negatif pada fungsi tubuh.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Kelelahan akibat kurang tidur membuat sulit untuk fokus dan mengingat informasi baru, karena otak tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyimpan memori.
Penelitian tahun 2017 menunjukkan bahwa tidur berdampak pada fungsi otak, termasuk memori, pengambilan keputusan, dan kognisi.
5. Menurunkan resiko penyakit jantung
Salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung adalah tekanan darah tinggi.
Menurut catatan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), tidur yang cukup dapat membantu tubuh secara otomatis memperbaiki tekanan darah.
Selain itu, istirahat yang memadai juga dapat mencegah terjadinya penyakit terkait pola tidur, seperti apnea tidur.
6. Sistem Imun yang Kuat:
Tidur yang cukup memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit.
7. Mencegah depresi
Banyak studi telah menunjukkan bahwa memiliki waktu istirahat yang cukup dapat membantu mencegah penyakit mental, termasuk depresi.
Gangguan tidur dapat mengganggu stabilitas emosi dan memengaruhi proses saraf, yang keduanya berkontribusi pada munculnya gejala depresi.
Salah satu tanda depresi adalah insomnia, yaitu kelainan tidur yang akut.
Selain itu, depresi juga dapat menyebabkan perubahan perilaku, termasuk peningkatan kecenderungan untuk berpikir tentang bunuh diri.
8. Regulasi Emosi
Tidur yang cukup berperan dalam pengaturan emosi.
Kurang tidur dapat membuat seseorang lebih mudah marah, frustasi, atau mengalami mood swings.
Tidur yang baik membantu otak mengelola emosi dengan lebih baik. (MG Annisa Nur Khasanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tidur-Cukup.jpg)