Royal Ambarrukmo Yogyakarta Gelar Talkshow dan Workshop Wayang Kulit 'Ringgit Wacucal'

Acara yang berlangsung meriah ini juga sebagai bentuk apresiasi terhadap Hari Wayang Nasional yang jatuh pada 7 November mendatang.

|
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/MG Maryam Andalib
Sesi Foto Bersama Keempat Narasumber dan Herman Courbois (mengenakan jas), General Manager Royal Ambarrukmo Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM – Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-13, Royal Ambarrukmo Yogyakarta menggelar acara talkshow dan workshop wayang kulit bertajuk "Ringgit Wacucal". 

Acara yang berlangsung meriah ini juga sebagai bentuk apresiasi terhadap Hari Wayang Nasional yang jatuh pada 7 November mendatang. 

Perayaan ini diadakan di Ballroom Kasultanan 1 Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta pada Sabtu, (26/10/2024). 

“Misi saya lewat Royal Ambarrukmo ialah untuk tetap memajukan budayanya. Dan saya berharap untuk ulang tahun-ulang tahun seterusnya, kita tetap akan menjaga budaya Jawa, budaya Jogja,” ujar Herman Courbois, General Manager Royal Ambarrukmo Yogyakarta dalam sambutannya. 

Talkshow "Ringgit Wacucal" menghadirkan para maestro dan pakar kesenian Jawa.

ringgit wacucal royal ambarrukmo
Praktik Tatah Sungging bersama Para Tamu

Antara lian Sagio (Maestro Tatah Sungging Wayang Kulit), Dr. Sumaryono, M.A(Maestro Tari dan Budayawan), Mas Wedana Cermo Sutedjo (Dalang Klasik Gaya Yogyakarta), serta Dr. Supadma, M.Hum (Direktur Akademi Komunitas Negeri Seni Budaya Yogyakarta). 

Mereka berbagi pengetahuan mendalam tentang sejarah wayang kulit, proses pembuatan, hingga kaitannya dengan perkembangan sosial dan politik di Indonesia.

Dr. Sumaryono dalam paparannya menekankan pentingnya seni budaya dalam mencerminkan kondisi suatu bangsa. 

"Kehidupan dan perkembangan seni-budaya sangat dipengaruhi oleh stabilitas kondisi sosial, ekonomi, dan politik," ungkapnya.

Selain talkshow, acara ini juga dimeriahkan dengan workshop tatah sungging wayang kulit yang melibatkan mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta (AKN). 

Para peserta, termasuk mahasiswa dari berbagai universitas, antusias mengikuti workshop ini.

Mereka tidak hanya belajar teknik tatah sungging, tetapi juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan para maestro dan seniman.

Chatarina Lidia Manafe, salah satu peserta dari Universitas Negeri Yogyakarta, merasa sangat senang bisa mengikuti workshop ini.

"Kesan saya, sangat senang karena bisa dapat ilmu baru, relasi baru, dan juga wawasan terkait wayang,” ujarnya.

Chatarina juga berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh generasi muda, tetapi mulai dikenalkan juga dari anak-anak sekolah dasar. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved