Berita Sleman Hari Ini

Penutupan Selokan Mataram dan Van Der Wicjk, Bikin Petani Sleman Merugi 

Penutupan Selokan Mataram dan Van Der Wicjk selama satu bulan, di musim kemarau berdampak signifikan bagi petani di Sleman.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari
Ilustrasi Selokan Mataram 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sudah sejak lama, Selokan atau Saluran Mataram dan Van Der Wicjk menjadi urat nadi bagi pertanian di Kabupaten Sleman

Karena itu, penutupan dua saluran irigasi tersebut, dalam jangka waktu satu bulan, di musim kemarau berdampak signifikan bagi petani.

Mereka mengeluh merugi karena kehilangan satu kali masa tanam.

Bahkan estimasi kerugian yang diderita petani di Sleman imbas penutupan dua saluran ini ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. 

Ketua Aliansi Peduli Petani Sleman, Sutrisno mengatakan, berdasarkan data yang ada, area lahan pertanian di Sleman yang menggantungkan irigasi dari Selokan Mataram dan Van Der Wicjk totalnya 5.000 hektar.

Jumlah tersebut membentang dari Sleman barat hingga timur.

Sutrisno adalah petani padi. Ia hafal betul perhitungan menanam padi.

Petani padi rata-rata memiliki keuntungan minimum Rp 20 juta per hektar.

Jika akibat selokan dimatikan, dan ribuan hektar lahan tersebut tidak ditanami maka total kerugian petani sekitar Rp 100 miliar. 

"Karena air tidak ada, petani tidak menanam, keuntungan pun hilang," katanya, Jumat (18/10/2024)..

Saat ini, Selokan Mataram dan Van Der Wicjk dimatikan untuk keperluan rehab dan pemeliharaan jaringan.

Selokan Mataram dimatikan mulai 16 Oktober hingga 2 Desember mendatang.

Adapun Van der Wicjk telah dikeringkan sejak 1 Oktober dan rencananya hingga 31 Oktober 2024.

Kendati demikian, saluran Van Der Wicjk yang membujur ke Sleman bagian barat sempat dialirkan pada Rabu (16/10) dinihari, karena aliansi petani protes dan terjadi kesepakatan baru untuk dialirkan 10 hari. 

Berjalan waktu, air baru mengalir dua hari, kebocoran terdeteksi di tanggul samping pintu air Van Der Wicjk di wilayah Bligo, Magelang sehingga aliran terpaksa ditutup kembali.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved