Prinsip-Prinsip Geografi: Materi IPS SMA Kelas 10 Kurikulum Merdeka

Simak artikel berikut untuk mengetahui materi mengenai Prinsip Geografis IPS Kelas 10 Kurikulum Merdeka.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
BMKG (2020)
Peta curah hujan 

TRIBUNJOGJA.COM - Berikut pembahasan mengenai Prinsip-Prinsip Geografis, materi IPS SMA 10 Kurikulum Merdeka

Materi dilansir dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial karya Sari Oktafiana, Efvinggo Fasya Jaya, M. Nursa’ban, Supardi, Mohammad Rizky Satria.

Baca juga: Pelajaran Geografi: Mengenal Cuaca, Iklim, dan Kondisi Geologis Indonesia

Prinsip geografis merupakan fondasi untuk menganalisis dan mengungkap fenomena di permukaan bumi yang membantu lebih cepat dan mudah mengenali dengan baik mengenai fenomena geografis yang terjadi.

Terdapat empat prinsip geografis yaitu:

a. Prinsip Persebaran

Prinsip ini menjelaskan persebaran yang tidak merata antarwilayah baik tentang aspek fisik dan aspek sosial.

Prinsip penyebaran ini dapat digunakan untuk mendeskripsikan fenomena dan fakta geografis dalam peta dan juga untuk mengungkapkan hubungan antara satu fenomena geografis dan fenomena lainnya.

Hal tersebut dikarenakan persebaran fenomena dan fakta geografis yang tidak seragam dari satu daerah ke daerah lain.

Garis Wallace dan Garis Weber sebagai garis imajiner yang menjelaskan persebaran flora dan fauna di wilayah Indonesia menjadi contoh prinsip ini.

Gambar 4.15 Persebaran fauna di Indonesia yang terbagi oleh Garis Wallace dan Weber
Gambar 4.15 Persebaran fauna di Indonesia yang terbagi oleh Garis Wallace dan Weber

 

b. Prinsip Interrelasi

Prinsip ini menjelaskan keterkaitan antarfenomena baik aspek fisik maupun aspek sosialnya yang mengungkapkan fenomena atau fakta geografis di suatu wilayah tertentu dengan menganalisis hubungan antara fenomena fisik dan nonfisik.

Misalnya, fenomena pemanasan global (global warming) ketika suhu bumi meningkat tajam karena efek rumah kaca yang terjadi bukan semata fenomena alam.

Efek rumah kaca terjadi karena peningkatan konsentrasi gas karbon dioksida dan gas-gas lainnya di atmosfer, yang disebabkan oleh pemakaian bahan bakar minyak, batu bara, dan bahan bakar organik lainnya yang melebihi kemampuan tumbuh-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya. 

Perilaku penduduk dalam memproduksi gas karbon ini menjadi aspek non fisik/sosial yang memengaruhi aspek fisik.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved