Nilai Ekspor DIY pada Agustus 2024 Tembus 46,74 Juta Dolar AS
Nilai ekspor DIY pada Agustus 2024 mencapai US$46,74 juta. Dibandingkan dengan Juli 2024, terjadi penurunan nilai ekspor sebesar 2,50 persen.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Nilai ekspor DIY pada Agustus 2024 mencapai US$46,74 juta. Dibandingkan dengan Juli 2024, terjadi penurunan nilai ekspor sebesar 2,50 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Herum Fajarwati mengatakan tiga besar komoditas ekspor asal DIY adalah pakaian jadi bukan rajutan dengan nilai ekspor US$ 15,16 juta memberikan andil 32,46 persen.
Kemudian kertas atau karton dengan nilai ekspor mencapai US$ 6,84 juta, memberikan andil 14,65 persen.
Komoditas terbesar ketiga adalah perabot, penerangan rumah dengan nilai ekspor US$ 5,17 juta, memberikan andil 11,07 persen.
“Komoditas lain seperti barang-barang rajutan, barang dari kulit, kayu, barang dari kayu, jerami atau bahan anyaman, minyak atsiri, kosmetik, wangi-wangian, benda dari batu, gips, dan semen, kemudian gula dan kembang gula memiliki nilai ekspor di bawah 5 persen dengan andil di bawah 11 persen,” katanya, Kamis (03/10/2024).
Tiga komoditas terbesar ekspor Januari hingga Agustus 2024 adalah pakaian jadi bukan rajutan dengan nilai ekpor US$125,37 juta, perabot penerangan rumah dengan nilai US$38,51 juta, dan barang-barang dari kulit dengan nilai US$34,48 juta.
Baca juga: Produk Fesyen Dominasi Ekspor DIY
Herum menerangkan negara tujuan ekspor DIY masih didominasi ke Amerika Serikat, dengan nilai ekspor US$ 21,09 juta atau 45,12 persen.
Negara tujuan ekspor kedua adalah Australia dengan nilai ekspor US$4,36 juta atau 9,33 persen.
Negara ketiga terbesar tujuan ekspor DIY adalah Jerman, dengan nilai US$ 3,33 juta atau 7,12 persen.
Sedangkan ekspor ke Jepang, Belanda, Korea Selatan, Inggris, Perancis, Singapura, dan Malaysia nilai ekspornya di bawah US$ 3 juta dan andilnya di bawah 6 persen.
“Berdasarkan kawasan ekspor DIY didominasi ke Amerika Serikat dengan andil 45,12 persen, Uni Eropa sebesar 21,33 persen, ASEAN sebesar 2,14, dan lainnya 31,41 persen,” terangnya.
Menurut sektornya, ekspor DIY Agustus 2024 didominasi oleh industri pengolahan dengan nilai US$ 46,60 juta dan pertanian dengan nilai US$ 0,14 juta.
“Ekspor DIY pada Januari sampai Agustus 2024 didominasi barang-barang hasil industri pengolahan sebesar 99,49 persen,” imbuhnya. (maw)
| Manfaatkan AI untuk Sensus Ekonomi 2026, BPS DIY Pastikan Hasilnya Dapat Dipertanggungjawabkan |
|
|---|
| Kunjungan Wisatawan Asal Malaysia dan Singapura ke DIY Menurun |
|
|---|
| Fluktuasi Harga BBM Penyumbang Utama Inflasi DIY Pasca Momen Ramadan dan Idulfitri 1447 H |
|
|---|
| BPS Ingatkan Dampak Perang Global Bisa Perparah Tren Inflasi di Kota Yogyakarta |
|
|---|
| BPS Catat Inflasi DIY Maret 2026 Sebesar 0,45 Persen, Bensin dan Daging Ayam Jadi Pemicu Utama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nilai-ekspor-diy-pada-oktober-alami-peningkatan-dibanding-bulan-sebelumnya.jpg)