Berita Bisnis Terkini
Produk Fesyen Dominasi Ekspor DIY
Produk fesyen DIY yang telah diekspor berupa pakaian jadi non rajutan, rajutan, dan kulit.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Produk fesyen menjadi komoditas potensial ekspor di DIY.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Syam Arjayanti mengatakan produk fesyen DIY yang telah diekspor berupa pakaian jadi non rajutan, rajutan, dan kulit.
Bahkan persentase ketiga produk tersebut lebih dari 50 persen.
“Sejak beberapa tahun lalu hingga saat ini, fesyen seperti pakaian jadi non rajutan, rajutan, dan kulit menduduki lebih dari 50 persen (ekspor dari DIY). Artinya memang terbesar itu di bidang fesyen untuk ekspor DIY,” katanya, Kamis (22/08/2024).
Syam menyebut negara tujuan ekspor DIY untuk fesyen didominasi ke Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman.
Untuk itu, pihaknya memberikan banyak dukungan. Mulai dari dukungan sarana prasarana, sertifikasi, hingga standarisasi.
Nilai ekspor Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2023 yang lalu sebesar 472,3 Juta US$.
Jumlah ini mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dimana tahun 2022 nilai ekspor DIY mampu mencapai angka 583 juta US$.
Penurunan tersebut disebabkan oleh kondisi yang telah disebutkan sebelumnya yaitu penurunan ekonomi global dan juga kondisi geopolitik yang memanas.
Pada tahun ini, sampai dengan bulan Juni 2024, nilai ekspor DIY mencapai 246,03 juta US$. Nilai ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada kurun waktu yang sama, dimana nilai ekspor DIY sampai dengan bulan Juni 2023 senilai 232,6 Juta US$.
“Ini tentu menjadi pemicu dan optimisme kita untuk bisa lebih meningkatkan lagi nilai ekspor DIY pada tahun 2024 in. Produk pakaian jadi masih menempati urutan teratas. Ini berarti bahwa ekspor produk pakaian jadi masih sangat diminati dan memiliki prospek yang sangat baik ke depannya,” terangnya.
Syam menambahkan cita-cita Jogja menuju pusat Fashion Dunia bukan hanya tentang bersaing dengan kota-kota lain, tetapi tentang membangun identitasnya sendiri di panggung fashion global.
“Dengan menggabungkan warisan budaya yang kaya dengan keahlian lokal dan inovasi, Jogja siap untuk memukau dunia dengan craft fashionnya yang unik dan inspiratif,” imbuhnya. ( Tribunjogja.com )
| Jelang Natal, Perajin Patung Rohani di Bantul Banjir Pesanan |
|
|---|
| KAI Daop 6 Yogyakarta Siap Dukung Program Angkutan Motor Gratis Periode Natal 2024 |
|
|---|
| Transaksi Pembayaran Jadi Katalisator Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan |
|
|---|
| Sambut Libur Akhir Tahun, YIA Kulon Progo Akan Turunkan Tarif PJP2U dan PJ4U hingga 50 Persen |
|
|---|
| Truk Mogok di Perlintasan Kereta Wilayah Purwokerto, Sejumlah KA Alami Kelambatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Produk-Fesyen-Dominasi-Ekspor-DIY.jpg)