Salat sebagai Pilar Utama Islam dan Bagian dari Zikir

Salat merupakan bentuk pertemuan intim antara hamba dengan Tuhannya. Setiap gerakan dan bacaan, memiliki makna yang mendalam.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Freepik: Salat
Ilustrasi sujud dalam salat 

Sebagaimana yang dapat dipahami dari keterangan Sa’id bin Jubair rahimahullah.

Beliau berkata, “Hakikat zikir adalah menaati Allah. Maka barangsiapa yang taat kepada Allah, sungguh dia telah berzikir (mengingat-Nya). Barangsiapa yang tidak taat kepada-Nya, maka dia bukanlah orang yang berzikir (dengan sebenarnya), meskipun dia banyak mengucapkan kalimat tasbih dan banyak membaca Al-Qur’an.”

Baca juga: 9 Doa Mustajab untuk Memohon Ampunan dan Rahmat Allah

Ayat Alquran dalam surah Thaha ayat 14 menegaskan perintah Allah untuk mendirikan salat sebagai bentuk mengingat-Nya.

Hal ini menunjukkan bahwa salat bukan hanya ibadah fisik, tetapi juga bentuk spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Sebagaimana Allah berfirman,

إِنَّنِىٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدْنِى وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ

Artinya: “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. (Q.S. Taha ayat 14).

Makna ini diperkuat oleh hadis yang dikemukakan oleh Imam Ahmad.

Ia mengatakan: telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Mahdi, telah menceritakan kepada kami Al-Musanna ibnu Sa'id, dari Qatadah, dari Anas, dari Rasulullah saw yang telah bersabda: Apabila seseorang di antara kalian tertidur hingga meninggalkan salatnya atau lupa kepada salatnya, hendaklah ia mengerjakannya saat mengingatnya.

Salat fardu atau wajib ditetapkan sebanyak lima kali dalam sehari.

Ini merupakan bentuk kecintaan Allah SWT untuk membuka kesempatan umatnya dalam bertaubat. 

Dalam setiap kali salat, kita membaca atau mendengar surah al-Fatihah yang terkandung di dalamnya pokok-pokok ajaran Islam dan kunci-kunci kebaikan.

Di dalam surah al-Fatihah, kita memuji Allah dan mengagungkan-Nya.

Selain terkandung kecintaan, harapan, dan rasa takut kepada Allah, terdapat pula prinsip tauhid.

Bahwa kita hanya beribadah kepada Allah dan memohon pertolongan kepada-Nya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved