Salat sebagai Pilar Utama Islam dan Bagian dari Zikir

Salat merupakan bentuk pertemuan intim antara hamba dengan Tuhannya. Setiap gerakan dan bacaan, memiliki makna yang mendalam.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Freepik: Salat
Ilustrasi sujud dalam salat 

TRIBUNJOGJA.COM – Dalam lautan ibadah yang luas, salat memiliki keunikan tersendiri.

Salat merupakan bentuk pertemuan intim antara hamba dengan Tuhannya.

Setiap gerakan dan bacaan, memiliki makna yang mendalam. 

Salat berasal dari bahasa Arab yang berarti doa atau cara untuk meminta permohonan kepada Allah SWT.

Sementara kata salat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti ibadah kepada Allah Swt yang wajib dilakukan oleh setiap muslim. 

Salat, lebih dari sekadar ibadah rutin.

Salat menjadi dialog intim antara manusia dengan Sang Pencipta. 

Salat.1
Ilustrasi sujud dalam salat

Dalam hadis qudsi, Allah menyatakan bahwa sangat mencintai ibadah yang diwajibkan kepada hamba-Nya, menjadi landasan kuat bagi kedudukan salat. 

Sebagaimana diterangkan dalam hadis qudsi, Allah berfirman 

وما تقرّب إليّ عـبدي بـشيءٍ أحـبّ إليّ ممّا افْـترضت عليه 

“Dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amalan yang lebih Aku cintai daripada apa-apa yang telah Aku wajibkan kepadanya.” (HR. Bukhari).

Salat lima waktu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.

Ia menempati kedudukan sebagai pilar dan rukum di dalam Islam. 

Sebuah pilar terpenting setelah dua kalimat syahadat. 

Salat merupakan bentuk dari zikir. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved