Kisah Inspiratif
Kisah Nazario Gomes, Doktor dari Timor Leste yang Tamatkan Studi di UPN Veteran Yogyakarta
Kisah perjalanannya meraih gelar ini bukanlah perjalanan mudah. Ia harus melewati berbagai rintangan yang membuat pencapaiannya begitu berharga.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Nazario Gomes, seorang pria asal Timor Leste, baru saja menorehkan sejarah di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ‘Veteran’ Yogyakarta.
Pada Sabtu (21/9/2024), ia resmi diwisuda sebagai doktor pertama dari mahasiswa internasional di kampus tersebut.
Kisah perjalanannya meraih gelar ini bukanlah perjalanan mudah. Ia harus melewati berbagai rintangan yang membuat pencapaiannya begitu berharga.
Nazario, kini menyandang gelar Dr. Nazario Gomes, S.T., M.T., berhasil menamatkan studi doktoralnya di Program Studi Geologi, Fakultas Teknologi Mineral (FTM), UPN ‘Veteran’ Yogyakarta.
Di bawah bimbingan Dr. Ir. Siti Umiyatun Choiriah, M.T., Koordinator Program Doktor Geologi, Nazario menghadapi tantangan besar sebagai mahasiswa internasional yang datang jauh dari Timor Leste .
“Pak Nazario adalah sosok yang sangat gigih. Dia selalu hadir di setiap perkuliahan, konsisten, dan tidak pernah menyerah meski menghadapi banyak kendala. Saya salut dengan semangatnya," ungkap Siti Umiyatun saat mengenang perjalanan Nazario.
Siti juga menambahkan bahwa kelulusan Nazario ini adalah tonggak penting bagi UPN ‘Veteran’ Yogyakarta.
Sebagai kampus yang membuka pintu bagi mahasiswa internasional, khususnya di program doktoral, kehadiran Nazario adalah langkah awal dalam memperkuat posisi UPN di kancah internasional.
"Kami berharap dengan adanya Pak Nazario, semakin banyak mahasiswa asing yang bergabung dengan kami, baik melalui jalur beasiswa maupun mandiri,” tambahnya.
Diketahui, Program Doktor Geologi UPN ‘Veteran’ Yogyakarta dibuka pada 28 Mei 2017 lalu dan menerima mahasiswa baik dari kalangan akademisi, peneliti maupun praktisi.
“Keunggulan lainnya, kami menyediakan dua opsi luaran bagi calon doktor, yakni disertasi dan riset. Saat ini, sudah ada satu calon doktor yang mengambil luaran riset,” ungkapnya.
Bagi Nazario, perjalanan lima tahun ini penuh dengan lika-liku. Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah dalam proses penelitiannya yang membutuhkan sampel bebatuan dari Timor Leste.
“Setiap kali saya pulang untuk mengambil sampel, saya harus melalui banyak prosedur, mulai dari izin belajar hingga izin membawa sampel antarnegara. Ini tidak mudah,” cerita Nazario.
Pandemi Covid-19 juga menjadi rintangan besar lainnya, yang membuat masa studi Nazario molor dari target 3,5 tahun menjadi lima tahun.
| Menjaga Marwah Sepeda Federal: Memori Kejayaan Global di Tirtoadi Mlati Sleman |
|
|---|
| Kabar Lea Bocah SD di Kulon Progo Asuh Adik Saat Ibu Jalani Kemoterapi |
|
|---|
| Kisah Bripda Khoirudin Mustakim Harumkan Nama Klaten di SEA Games 2025 |
|
|---|
| Dias Rizki Anak Penjual Sate Asal Cilacap Jadi Wisudawan Terbaik Untidar Magelang |
|
|---|
| Kisah Muhammad Suryo Alumni UPN Yogyakarta Jadi Bos Rokok HS hingga Tambang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kisah-Nazario-Gomes-Doktor-dari-Timor-Leste-yang-Tamatkan-Studi-di-UPN-Veteran-Yogyakarta.jpg)