Berita Gunungkidul Hari Ini
Kekeringan di Gunungkidul Kian Meluas, Sebanyak 55 Ribu Jiwa Terdampak
Data tersebut dihimpun dari 12 Kapanewon terdampak, selama bencana kekeringan melanda sejak Maret 2024 lalu.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Gunungkidul kian meluas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mencatat sebanyak 55. 437 jiwa terdampak.
Kepala Seksi Logistik BPBD Kabupaten Gunungkidul Arief Prasetyo Nugroho mengatakan data tersebut dihimpun dari 12 Kapanewon terdampak, selama bencana kekeringan melanda sejak Maret 2024 lalu.
Dengan rincian wilayah terparah yakni Kapanewon Panggang sebanyak 17.903 jiwa terdampak. Disusul, Tanjungsari 6.872 jiwa, Girisubo 4.639 jiwa, Saptosari 2.978 jiwa, Purwosari 2.347 jiwa, Rongkop 1.887 jiwa, Tepus 397 jiwa, Paliyan 239 jiwa, Ponjong 295 jiwa, Nglipar 108 jiwa, Karangmojo 51 jiwa, dan Semanu 37 jiwa.
"Wilayah terparah didominasi kawasan bagian Selatan. Sebab, geografis alam di sana memang sebagian besar kawasan karst membuatnya minim sumber mata air,"ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat (20/9/2024).
Dari total warga terdampak kekeringan tersebut, pihaknya sudah menghabiskan anggaran bencana kekeringan pada tahun ini, sebanyak 1.000 tangki air bersih atau setara 5.000.000 liter.
Ditambah dengan bantuan dari pihak swasta melalui CSR hingga hari ini yang sudah disalurkan sebanyak 353 tangki atau setara 1.765.000 liter.
"Total sekitar 6 juta liter sudah disalurkan ke masyarakat untuk mengatasi bencana kekeringan tahun ini,"ujarnya.
Arief menyebutkan, jumlah air yang sudah disalurkan tersebut ternyata belum mencukupi kebutuhan dari masyarakat. Sehingga, pihaknya pun mengajukan kembali sebanyak 800 tangki air bersih atau setara 4000. 000 liter lewat biaya tidak terduga (BTT).
"Pengajuan lewat BTT ini sudah turun, pada Senin kemarin. Yang sudah kami salurkan sebanyak 72 tangki,"ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan pihaknya memutukan untuk memperpanjang status siaga kekeringan hingga Oktober 2024 mendatang.
Sebelumnya, status siaga darurat kekeringan di wilayah Kabupaten Gunungkidul berdasarkan SK Bupati Nomor 135/KPTS/2024 tentang penetapan status status siaga darurat bencana hidrometeorologi kekeringan diberlakukan mulai 1 Juni- 31 Agustus 2024.
"Pertimbangan diperpanjangnya status siaga darurat ini Karena situasi kekeringan yang terus meluas serta diprediksinya kemarau sampai akhir Oktober. Jadi, kami mempertimbangkan dua hal ini. Ditambah lagi dari prediksi BMKG puncak musim kemarau sampai Oktober dasarian kedua,"urainya ( Tribunjogja.com )
| Pemkab Gunungkidul Usulkan Kalurahan Songobayu Jadi Kampung Nelayan Merah Putih |
|
|---|
| Polres Gunungkidul bersama BKSDA DIY Tanam 2400 Pohon untuk Makanan MEP |
|
|---|
| Libur Nataru, Dispar Gunungkidul Targetkan 101 Ribu Kunjungan Wisatawan |
|
|---|
| Kuatkan Diseminasi Informasi, Pemkab Gunungkidul bersama LPP RRI Jalin Sinkronisasi Media |
|
|---|
| Pemkab Gunungkidul Gelar Konser Kebangsaan Pentas Bhinneka Tunggal Ika |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kekeringan-di-Gunungkidul-Kian-Meluas-Sebanyak-55-Ribu-Jiwa-Terdampak.jpg)