Waspada! Pakar Keamanan Siber Deteksi Lonjakan Aktivitas Penipuan di Sektor Pendidikan

Pakar Keamanan Siber Kaspersky mendeteksi lonjakan signifikan dalam aktivitas penipuan.

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Hari Susmayanti
VICTOR HABBICK VISIONS / SCIENCE P / VHB / Science Photo Library via AFP
ILUSTRASI: Hacker atau Peretas 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pakar Keamanan Siber Kaspersky mendeteksi lonjakan signifikan dalam aktivitas penipuan.

Setiap tahun, penjahat siber memanfaatkan periode kesibukan dalam persiapan dan pembelian terkait kebutuhan akademis, seperti meluncurkan kampanye phishing yang canggih.

Namun, tahun ini, kampanye tersebut menjadi lebih terarah, khususnya bertujuan untuk mencuri data pribadi dari siswa, pengajar, dan administrator di sektor pendidikan.

Penipu semakin mengeksploitasi formulir pengumpulan data pada platform di dunia maya,  kuesioner seperti Google Forms, untuk melakukan penipuan.

Pakar Kaspersky telah mengidentifikasi serangan phishing yang menggunakan kuesioner palsu ini untuk menargetkan mahasiswa di Universitas Neumann di AS.

Dalam salah satu skema tersebut, korban menerima pemberitahuan yang mengklaim bahwa mereka menggunakan dua email sekolah Microsoft yang berbeda di berbagai portal universitas.

Untuk mencegah akun Office 365 mereka dinonaktifkan, mereka diminta untuk menyelesaikan survei yang memerlukan detail sensitif seperti nama, nomor telepon, email universitas, dan kata sandi akun mereka.

Baca juga: Borobudur Night Carnival 2024 Digelar Akhir Pekan Ini, Simak Rute Kirab Budayanya

“Penipuan ini tidak hanya sekadar pencurian data langsung, tetapi juga dapat mengakibatkan konsekuensi yang lebih serius dan jangka panjang,” demikian peringatan Olga Svistunova, Pakar Keamanan di Kaspersky dalam keterangan resmi yang diterima Tribun Jogja, Jumat (6/9/2024).

Dia mengatakan, jika penyerang memperoleh akses ke informasi sekolah swasta, seperti jadwal kelas, informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk doxing, penguntitan, perundungan siber, atau bahkan pencurian identitas.

“Sangat penting bagi siswa untuk waspada dan berhati-hati saat menanggapi pemberitahuan yang mencurigakan tersebut,” jelas dia.

Agar tetap aman dari penipuan yang menargetkan ranah pendidikan, para ahli Kaspersky juga menyarankan masyarakat tetap bersikap skeptis.

Masyarakat perlu berhati-hati saat menemukan penawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, terutama jika penawaran tersebut mengharuskan pembayaran atau informasi pribadi di muka.

Jangan lupa untuk mengaktifkan autentikasi multifaktor (MFA), tambahkan lapisan keamanan ekstra ke akun daring.

“Gunakan pengelola kata sandi yang andal yang tidak hanya menyimpan kata sandi Anda tetapi juga membuat kata sandi sekali pakai untuk 2FA secara otomatis,” tukasnya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved