Tips dan Cara

6 Cara Mengatasi Kaki Berkeringat

Kaki berkeringat akan membuat rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas. Bau kaki dan infeksi jamur pun bisa timbul karena keringat ini

Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
ist/deodorantadvisor.com
ilustrasi bau kaki yang disebabkan kaki berkeringat 

TRIBUNJOGJA.COM - Kaki berkeringat (bromhidrosis) merupakan kondisi di mana kaki menghasilkan keringat berlebihan, bahkan saat tidak beraktivitas.

Kaki berkeringat akan membuat rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas. Bau kaki dan infeksi jamur pun bisa timbul karena keringat ini, termasuk iritasi pada kulit kaki. 

Tak hanya lantaran pemakaian sepatu atau kaus kaki yang tidak tepat, kaki berkeringat disebabkan berbagai faktor, seperti kondisi medis tertentu. Bisa karena hiperhidrosis, diabetes, dan tiroid overaktif yang dapat menyebabkan kaki berkeringat.

Selain itu ada juga efek samping beberapa obat-obatan termasuk antidepresan, obat antikolinergik, dan obat kemoterapi.

Stres dan kecemasan dapat memicu produksi keringat, termasuk di kaki. Selain itu penyebab lainnya seperti faktor genetik hingga kebiasaan makan pedas dan kafein.  

Baca juga: TIPS KESEHATAN : Begini Cara Mudah Mengatasi Mata Bintitan

Cara mengatasi Kaki Berkeringat

Melansir dari laman RS Pusat Pertamina, berikut pengobatan untuk kaki berkeringat:

1. Jaga Kebersihan Kaki: Cuci kaki dengan sabun dan air hangat minimal dua kali sehari. Pastikan untuk mengeringkan kaki dengan benar, terutama di sela-sela jari kaki.

2. Gunakan Deodoran Kaki: Gunakan deodoran kaki yang mengandung antiperspiran untuk membantu mengontrol produksi keringat.

3. Pilih Sepatu dan Kaus Kaki yang Tepat: Gunakan sepatu yang terbuat dari bahan yang breathable dan kaus kaki yang terbuat dari bahan alami seperti katun.

4. Hindari Makanan Pedas dan Kafein: Kurangi konsumsi makanan pedas dan kafein yang dapat meningkatkan produksi keringat.

5. Kelola Stres dan Kecemasan: Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga untuk membantu mengelola stres dan kecemasan.

6. Pengobatan Medis: Jika langkah-langkah di atas tidak efektif, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan medis, seperti obat antiperspiran yang kuat, suntikan botox, atau terapi laser.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved