Berita Sleman Hari Ini
Puncak Musim Kemarau, Risiko Kebakaran Lahan di Sleman Meningkat
Selain potensi kekeringan, kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran , bukan hanya kebakaran rumah melainkan juga kebakaran lahan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Wilayah Kabupaten Sleman, di DIY telah memasuki puncak musim kemarau hingga September mendatang.
Selain potensi kekeringan, kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran , bukan hanya kebakaran rumah melainkan juga kebakaran lahan.
Plt Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Satpol-PP Kabupaten Sleman, Sri Madu Rakyanto mengatakan berdasarkan data tahun 2023, kebakaran di Sleman mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.
Kebakaran didominasi kebakaran lahan.
Adapun di tahun 2024 ini potensi serupa berpotensi terulang kembali karena musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.
"Saran agar tidak melakukan pembakaran sampah di sekitar pemukiman. Jika terpaksa harus ada pembakaran, agar sedikit demi sedikit dan ditungguin sampai benar-benar tidak ada api dengan cara disiram bekas pembakaran," kata Sri Madu, Sabtu (31/8/2024).
Kebakaran lahan di Sleman saat ini dinilai cukup tinggi.
Pada Jumat (30/8/2024) kemarin, dalam satu hari terjadi lima titik kejadian kebakaran, tiga di antara objek yang terbakar adalah lahan.
Kebakaran lahan pertama terjadi di Kalisoka, Purwomartani, Kalasan dengan objek terbakar adalah lahan seluas 6x8 meter persegi.
Meski luas lahan terbakar tidak terlalu luas namun kebakaran ini berisiko karena dekat dengan pemukiman.
Menjelang sore hari, sekira pukul 15.50 WIB, kebakaran terjadi lagi melanda sebuah lahan di Widodomartani, Ngemplak.
Lahan rumpun bambu seluas 180 meter persegi terbakar.
Proses pemadaman membutuhkan waktu hingga dua jam, dibantu masyarakat dan Babinsa.
Pada waktu yang bersamaan, api juga muncul membakar lahan di Demangan, Wedomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman .
Kebakaran ini menghanguskan lahan seluas 1 hektar.
| Hujan Deras Picu Banjir di Trihanggo, 5 Rumah Warga Terdampak Akibat Gorong-gorong Mampet |
|
|---|
| Puting Beliung Melanda Condongcatur Sleman, Sejumlah Rumah Warga Rusak |
|
|---|
| Keterangan Polisi soal Kecelakaan Beruntun di Sleman Hari Ini, Kerugian Ditaksir Rp 155 Juta |
|
|---|
| CERITA Fajarwati yang Kelak Tidak Akan Tidur di Bekas Kandang Sapi Lagi |
|
|---|
| Sambut Natal, 20 Gereja di Sleman Jadi Prioritas Pengamanan Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-kebarakan_20180801_161732.jpg)