Berita Gunungkidul Hari Ini

Tingkatkan Kesadaran Kesehatan, Dinkes Gunungkidul Gencarkan Program Aksi Bergizi di Sekolah 

Kesehatan yang baik merupakan modal dasar bagi setiap individu untuk mencapai potensi maksimalnya. 

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Freepik/@divaphoto
Ilustrasi Makanan Bergizi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul gencarkan program 'Aksi Bergizi di Sekolah' yang merujuk pada SKB 4 Menteri Tahun 2022 berisi kegiatan Aksi Bergizi di sekolah/madrasah difokuskan pada empat kegiatan yaitu senam bersama, sarapan bersama, minum tablet tambah darah(TTD) bersama, dan edukasi gizi.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono mengatakan kesehatan yang baik merupakan modal dasar bagi setiap individu untuk mencapai potensi maksimalnya. 


Di sisi lain, pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan. 


"Maka, melalui Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah, dengan minum tablet tambah darah, senam bersama, serta makan buah dan sayur dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan remaja” terangnya saat dikonfirmasi pada Jumat (23/8/2024).


Dia melanjutkan, untuk menyukseskan program ini juga diperlukan sinergi kerja sama lintas sektor perlu dikuatkan untuk saling melengkapi, tak terkecuali di sektor kesehatan dan pendidikan. 


"Dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sangat penting untuk memastikan terpenuhinya gizi yang seimbang dan memberikan perhatian yang cukup terhadap kesehatan jiwa para peserta didik,"paparnya.


Senanda, Psikolog Kesehatan Jiwa Remaja, Indriasari Oktaviani, mengatakan masa remaja merupakan masa perkembangan paling kritis bagi pertumbuhan tiap individu.


Perkembangan emosi dimasa remaja biasanya memiliki energi yang besar dan emosi yang berkobar-kobar, sementara pengendalian diri belum matang, sehingga tidak jarang remaja akhirnya mengalami ketidakseimbangan dalam kejiwaan” ungkapnya.


Dia melanjutkan, maka dari itu melakukan psikoedukasi terkait kesehatan mental, perbanyak aktivitas positif dan sehat, ciptakan suasana di lingkungan yang aman dan penuh kasih, komunikasi dua arah aktif, adanya konselor sebaya, libatkan secara aktif dan responsive orang tua, serta perkuat kolaborasi daripada kompetisi. 


"Mari bantu anak-anak tumbuh menjadi pribadi di lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh dukungan bukan tuntutan”,ujarnya.


Hal serupa pun disampaikan oleh Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Sekolah Menengah Pertama Bidang SMP, Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul Sumarno. Menurutnya, pendidikan dan kesehatan adalah dua pilar utama dalam pembangunan generasi bangsa yang berkelanjutan. 


"Melalui program ini, saya berharap  semua dapat meningkatkan kualitas hidup peserta didik dengan memahami pentingnya kesehatan jiwa dan gizi mereka,"urainya ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved