Nilai Transaksi Semakin Tinggi, Layanan E-Nglarisi Kota Yogyakarta Didorong Naik Kelas
E-Nglarisi merupakan layanan penyedia jasa jamuan makanan dan minuman untuk OPD di lingkup Pemkot Yogyakarta melalui aplikasi Jogja Smart Service
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kemantren Jetis tercatat menjadi perangkat daerah yang paling tinggi melakukan transaksi pemesanan hidangan makan dan minum di E-Nglarisi, sebesar Rp224.932.000.
Sementara penyedia jasa dari kelompok Gandeng Gendong yang paling banyak menerima pesanan adalah Kencana Boga sebesar Rp154.222.000.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PKU) Kota Yogya, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, E-Nglarisi merupakan layanan penyedia jasa jamuan makanan dan minuman untuk OPD di lingkup Pemkot Yogyakarta melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS).
"E-Nglarisi sudah berjalan 5 tahun. Saat ini akan kami lakukan pengembangan dari segi teknis aplikasinya, kemudian pembinaan bagi kelompok Gandeng Gendong, juga kurasi bagi Usaha Kecil Mikro (UMK) sebagai penyedia jasa," katanya, Senin (19/8/2024).
Ia menyampaikan, sampai sejauh ini sudah ada 297 kelompok Gandeng Gendong yang masuk dalam daftar penyedia jasa di E-Nglarisi.
"Tapi, memang belum semuanya aktif, ada beberapa yang masih dalam masa pendampingan, seperti dari sisi kualitas produk, legalitas, kemasan dan lainnya," terangnya.
Baca juga: Pemkot Yogya : Butuh Kepedulian Lingkungan untuk Berantas Narkoba di Masyarakat
Sementara, Sekda Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, menambahkan pengembangan E-Nglarisi sebagai agregator kelompok Gandeng Gendong dapat diperluas dengan mengeksplorasi pasar di luar konsumen OPD Pemkot.
"Ketika sudah berjalan 5 tahun maka sudah saatnya naik kelas. Dalam artian, kelompok Gandeng Gendong yang saat ini menjadi penyedia jasa di E-Nglarisi bisa dibukakan jalan untuk ke pasar yang lebih luas," terangnya.
Menurut Aman, konsep ekonomi komando yang menyesuaikan perkembangan zaman, dapat mengoptimalisasikan E-Nglarisi sebagai agregator untuk kepentingan pemberdayaan dan peningkatan ekonomi juga kesejahteraan kelompok Gandeng Gendong.
“Untuk OPD harapannya bisa semakin mengoptimalkan E-Nglarisi, karena Pemkot berperan untuk memberdayakan Gandeng Gendong juga menjembatani mereka dalam meningkatkan pendapatan dan naik kelas, sehingga tercipta kesejahteraan ekonomi masyarakat Kota Yogya yang lebih baik,” katanya. (*)
| Temui Orangtua Korban Little Aresha Daycare, Hasto Sebut Ada Gejala Gangguan Psikologis pada Anak |
|
|---|
| Pemkot Yogyakarta Bakal Usut Tuntas Kasus Little Aresha Daycare, Wali Kota Bentuk Tim Khusus |
|
|---|
| Pemkot Yogyakarta Carikan Daycare Pengganti untuk Korban Little Aresha |
|
|---|
| Geliatkan Wellness Tourism, Bethesda Heritage Run 2026 Ajak Pelari Lintasi Landmark Bersejarah Jogja |
|
|---|
| Kecolongan Kasus Little Aresha Daycare, Legislatif Sebut Pemkot Yogya 'Terjebak Rutinitas' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kota-yogya_20180731_185714.jpg)