Kisah Inspiratif
Cerita 'Mbah Air' Mencari Rupiah di Puncak Gunung Andong
Ngabdu melangkah mantap dengan penuh semangat untuk mendaki gunung setinggi 1.692 meter di atas permukaan laut bersama istrinya.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Embun belum sepenuhnya menghilang dari daun-daun pinus yang menghiasi lereng Gunung Andong di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.
Dalam heningnya pagi itu, sosok seorang kakek berusia 66 tahun melangkah mantap dengan penuh semangat untuk mendaki gunung setinggi 1.692 meter di atas permukaan laut bersama istrinya.
Dia adalah Ngabdu dan Istiyah (65), sosok yang sudah tak asing lagi bagi para penduduk sekitar gunung.
Sejak pagi buta, setelah menunaikan ibadah salat Subuh, Mbah Air, begitu keduanya dikenal, memulai perjalanan hariannya dari Dusun Sawit, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang mengantar barang belanjaan untuk memenuhi kebutuhan warung di puncak gunung.
Dengan tubuh yang sudah tidak muda lagi, badannya memang sering dibebani tas besar berisi berbagai macam kebutuhan sehari-hari seperti beras, mi instan, minyak goreng, dan air mineral.
Beban yang ia panggul bukanlah beban yang ringan. Namun jalur terjal dan berbatu itu mampu mereka taklukkan tiap harinya.
Setiap lekukan dan tikungan di jalur setapak itu telah mereka hafal di luar kepala.
Setelah sampai di puncak dan mengantar barang-barang pesanan warung, mereka beristirahat sejenak untuk mengisi energi.
Perjalanan dilanjutkan dengan menuruni gunung menuju pos tiga, di mana terdapat sebuah mata air alami.
Di mata air tersebut, Ngabdu dan Istiyah mengisi jeriken kosongnya dengan air bersih.
Jeriken itu kemudian mereka pikul kembali menuju puncak yang jaraknya sekitar 500 meter.
“Biasa saya ranting (jeriken taruh di jalan) terus turun ambil dari bawah (mata air). Nanti kalau sudah capai tinggal ambil jeriken yang dekat,” kata Ngabdu di Gunung Andong pada Sabtu (17/8/2024).
Saat momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia mereka sempat bolak-balik mengambil jeriken seberat 17 kilogram hingga sebanyak 16 kali dari pos tiga ke puncak.
Hal itu disebabkan karena jumlah pendaki Gunung Andong yang membludak.
Tak mengherankan karena saat itu digelar berbagai kegiatan untuk menyemarakkan HUT Republik Indonesia.
Mulai dari pengibaran bendera raksasa ukuran 79 x 45 meter serta atraksi paralayang.
| Kabar Lea Bocah SD di Kulon Progo Asuh Adik Saat Ibu Jalani Kemoterapi |
|
|---|
| Kisah Bripda Khoirudin Mustakim Harumkan Nama Klaten di SEA Games 2025 |
|
|---|
| Dias Rizki Anak Penjual Sate Asal Cilacap Jadi Wisudawan Terbaik Untidar Magelang |
|
|---|
| Kisah Muhammad Suryo Alumni UPN Yogyakarta Jadi Bos Rokok HS hingga Tambang |
|
|---|
| Tiga Dekade, Tujuh Presiden: Kisah Honorer Magelang Akhirnya Diangkat ASN PPPK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Cerita-Mbah-Air-Mencari-Rupiah-di-Puncak-Gunung-Andong.jpg)