Berita Klaten Hari Ini
Program Kredit Subur, Upaya Pemkab Klaten Dorong Pelaku UMKM Maju dan Berkembang
Pemkab Klaten terus berupaya mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di wilayahnya agar berkembang dan maju.
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten terus berupaya mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di wilayahnya agar berkembang dan maju. Salah satu cara yakni melalui kemudahan akses pinjaman modal usaha lewat program kredit subsidi bunga ringan.
Program subsidi bunga ringan (Subur) untuk usaha mikro di Kabupaten Klaten itu terus bergulir hingga saat ini. Setidaknya ada dua lembaga jasa keuangan yang menjadi penyalur program kredit Subur itu, satu di antaranya adalah PT BPR Bank Klaten (Perseroda).
Direktur Utama PT BPR Bank Klaten, Tulus Yunianto, menjelaskan bahwa Kredit Subur adalah program inisiasi Pemkab Klaten melalui tim percepatan akses keuangan daerah (PKAD). Melalui program tersebut, Pemkab Klaten memberikan subsidi kepada pelaku usaha mikro dengan meng-cover 80 persen pembayaran suku bunga per bulan.
"Jadi kredit bunganya sangat murah. Pinjaman di Bank Klaten kan suku bunganya satu persen per bulan. Bagi nasabah penerima subsidi hanya membayar 0,2 persen per bulan, itu dengan plafon Rp50 juta dan jangka waktu pinjaman sampai tiga tahun," jelas Tulus.
Dia menuturkan program tersebut hanya diperuntukan bagi pelaku usaha mikro, khususnya yang berada di desa miskin atau wilayah masuk zona merah. Penyaluran program tersebut lewat Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Klaten.
"Tentunya dengan syarat-syarat semisal ada surat izin usaha atau NIB. Nanti kami lakukan survei dan monitoring. Kalau pembinaan ada di dinas terkait," ujarnya.
Lebih lanjut, Tulus mengungkapkan pada tahun ini (2024), program Kredit Subur telah terserap lebih dari 60 persen atau sekitar setengah miliar (Rp500 juta lebih).
Komisaris Utama PT BPR Bank Klaten, Jajang Prihono, menyampaikan, program Kredit Subur digulirkan sejak 2019. Menurutnya, BPR Bank Klaten ikut berperan meningkatkan pembiayaan UMKM lewat program tersebut.
"Kredit Subur itu bunganya ringan hanya 0,2 persen per bulan. Alhamdulillah serapannya luar biasa sebagai program unggulan Pemkab Klaten. Kredit usaha rakyat daerah selama 5 tahun ini terserap rata-rata 98 persen untuk membiayai sekitar 1.328 UKM. Itu sebagai program kredit murah tanpa agunan bagi usaha mikro di pasar dan desa miskin," paparnya.
Terpisah, Bupati Klaten, Sri Mulyani, menyampaikan bahwa program Kredit Subur itu diinisiasi sejak menjabat jadi orang nomor satu di Bumi Bersinar. Program itu diinisiasi untuk membantu para pelaku UMKM dalam mengajukan pinjaman usaha ke bank.
"Meskipun subsidi bunganya ringan atau murah tapi ada ketentuan yang harus dipenuhi. Harapan saya, program itu bisa terus dilanjutkan dan penyertaan modal dpaat dinaikkan sesuai kemampuan potensi keuangan daerah," tandasnya. (drm)
-
| Hari Juang TNI AD 2025: Kodim 0723/Klaten Gelar Donor Darah dan Layanan Kesehatan Gratis |
|
|---|
| Kebakaran Kios Laundry di Klaten: Anak Karyawan Lompat ke Ruko Sebelah |
|
|---|
| Bupati Klaten Belum Terima Laporan Kasus Beras Oplosan di Wilayahnya |
|
|---|
| Pamitan ke Dapil 1, Bupati Klaten Penuhi Janji Beri Bantuan Turunkan Angka Stunting |
|
|---|
| Lagi, Bocah Berusia 11 Tahun di Klaten Tewas Tersetrum Listrik saat Hujan-hujanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Program-Kredit-Subur-Upaya-Pemkab-Klaten-Dorong-Pelaku-UMKM-Maju-dan-Berkembang.jpg)