Demo Warga Jurangjero Klaten

BREAKING NEWS: Warga Geruduk Kantor PDAM Tirta Merapi IKK, Ini Penyebabnya

Puluhan warga RT 01 RW 02 Dukuh Jurangjero, Desa Jurangjero, Kecamatan Karanganom,menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PDAM Tirta Merapi

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Dewi Rukmini
Puluhan warga RT 01 RW 02 Dukuh Jurangjero, Desa Jurangjero, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menggelar aksi terkait kendala air di Kantor PDAM Tirta Merapi IKK Karanganom, Selasa (6/8/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Puluhan warga RT 01 RW 02 Dukuh Jurangjero, Desa Jurangjero, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PDAM Tirta Merapi IKK (Ibu Kota Kecamatan) Karanganom pada Selasa (6/8/2024).

Aksi tersebut digelar lantaran warga kecewa selama 3 bulan terakhir mengalami kendala air dari PDAM. 

Pantauan Tribunjogja.com, sejumlah spanduk bertuliskan keluhan warga tampak terpasang di depan kantor PDAM Tirta Merapi IKK Karanganom.

Spanduk tersebut bertulisan  "Aku tuku banyu ora tuku angin (saya beli air bukan beli angin)", "PDAM aku kecewa duitku nggo piknik", "Pajek Lancar Banyu Modar (pajak lancar air mati)", dan "Kantore Pindah Seko Kene (Kantornya pindah dari sini),". 

Puluhan warga peserta demo yang sebagian besar menggenakan pakaian warna merah, terlihat menyerukan kata 'air' berulang kali.

Sebuah mobil pickup mengangkut toren air terlihat terparkir secara asal di tengah gerbang atau pintu masuk Kantor PDAM IKK Karanganom.

Seorang warga berkalungan handuk terlihat sempat masuk ke dalam toren itu sambil memegang gayung. 

Ketua RT 01 sekaligus koordinator pendemo, Mujiono (70), mengatakan aksi unjuk rasa itu digelar untuk mengekspresikan rasa kecewa masyarakat setempat terkait pelayanan air PDAM.

Baca juga: Kekeringan Meluas, Ratusan Hektare Lahan Pertanian di DIY Terancam Gagal Panen

Lantaran sudah tiga bulan terakhir air dari PDAM tidak mengalir lancar. 

"Warga dibuat kecewa karena sudah tiga bulan air PDAM mengalir cuma saat malam hari jam 24.00 WIB sampai subuh saja. Sedangkan siang hari sampai jam 12 malam, airnya mati, sehingga warga resah," ujar Mujiono kepada Tribunjogja.com, Selasa (6/8/2024). 

Mujiono menuturkan kondisi tersebut membuat warga harus bergadang menampung air untuk menyiapkan keperluan sepanjang hari.

Dikatakan, warga yang mengeluh pun melakukan pertemuan RT hingga diambil kesepakatan menggelar demo pada Kamis (6/8/2024). 

"Yang membuat warga resah itu mengapa pajak lancar (bayar air) tapi tidak mendapatkan pelayanan yang membuat warga sebagai pelanggan puas. Jadi kami sepakat terbentuklah tim demo," jelasnya. 

Lebih lanjut, Mujiono menyebut kendala air itu dialami oleh warga empat RT di RW 02 Dukuh Jurangjero, Desa Jurangjero, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, yang berjumlah sekitar 680-an orang.

Adapun, kata Mujiono, di RT 01 RW 02 desa setempat terdapat sebanyak 80-an KK terdampak kendala air tersebut. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved