Info prakiraan cuaca

Info Prakiraan Cuaca Jumat 26 Juli 2024: Hujan Lebat Diprediksi Guyur 7 Provinsi Hari Ini

Puncak musim kemarau diperkirakan akan berlangsung sampai Agustus mendatang

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribunnews
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wilayah Indonesia sudah memasuki puncak musim kemarau pada Juli ini.

Puncak musim kemarau diperkirakan akan berlangsung sampai Agustus mendatang.

Meski sebagian besar wilayah di Indonesia sudah memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah diprediksi masih akan diguyur hujan pada Jumat (26/7/2024) hari ini.

Berdasarkan ramalan cuaca yang dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di laman web.meteo.bmkg.go.id, hujan dengan intensitas lebat diprediksi akan mengguyur 7 provinsi pada hari ini.

Potensi hujan lebat juga akan terjadi pada Sabtu (27/7/2024) besok.

BMKG memprediksi 8 provinsi akan diguyur hujan lebat.

Warga yang berada di wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. 

Menurut BMKG, potensi cuaca ekstrem di 7 provinsi pada hari ini dipicu oleh adanya daerah tekanan rendah di perairan barat Filipina (bibit Siklon Tropis 91W) dan di Laut Filipina sebelah utara Papua (bibit Siklon Tropis 92W).

Daerah tekanan rendah ini membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Laut Filipina bagian barat, Laut Sulawesi hingga perairan timur Filipina.

Daerah konvergensi lainnya terpantau di Selat Malaka, Laut China Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara bagian barat, Laut Seram, Laut Arafuru, dan Samudera Pasifik sebelah utara Papua.

Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah tekanan rendah dan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi tersebut.

Kemudian intrusi udara kering/dry intrusion dari BBS melintasi wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, yang mampu mengangkat uap air basah di depan batas intrusi menjadi lebih hangat dan lembap di Sulawesi bagian tengah, Maluku, dan Pulau Papua.

Kemudian peningkatan kecepatan angin hingga mencapai >25 knot, juga terpantau di Laut Andaman, Laut China Selatan, Samudera Hindia sebelah barat daya, hingga selatan Jawa Barat, Laut Jawa bagian tengah dan timur, Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram, Laut Halmahera, dan Laut Maluku yang mampu meningkatkan tinggi gelombang di wilayah sekitar perairan tersebut.

Sedangkan labilitas Lokal Kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Papua Barat, Papua Tengah, Papua dan Papua Pegunungan.

Waspada dampak hujan lebat pada 26 Juli 2024 :

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved