Mubeng Kampus Jogja

Kolaborasi Penerbit Jogja dengan Kampus, Dorong Dosen Menulis Buku

Penerbit Deepublish dari Yogyakarta berkolaborasi dengan kampus untuk mendorong para dosen bisa menulis dan menerbitkan buku.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Kolaborasi penerbit Deepublish dari Yogyakarta dengan Kampus UMS untuk mendorong dosen menulis buku 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penerbit Deepublish dari Yogyakarta berkolaborasi dengan kampus untuk mendorong para dosen bisa menulis dan menerbitkan buku.

“Di akhir Juni 2024 lalu, kami kerja sama dengan Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kami gelar workshop penulisan buku secara luring selama satu hari di Surakarta,” kata Aruming Sekar Sukrani Candra Dewi, S.E, Kepala Divisi B2B Penerbit Deepublish kepada Tribun Jogja, Selasa (9/7/2024).

Dia menjelaskan, kegiatan workshop dengan kampus itu diisi oleh dua narasumber, yakni Prof. Dr. Sayekti Wahyuningsih, S.Si., M.Si yang merupakan Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret Surakarta dan dirinya sendiri.

Sekar mengatakan, ada 25 dosen yang menjadi peserta dalam workshop mengenai penulisan buku monograf ini.

Para peserta diketahui merupakan dosen Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMS.
 
Kerjasama ini, kata dia, merupakan bagian dari Kerjasama Institusi antara Penerbit Deepublish dengan pihak UMS.

Dengan begitu, itu dapat mendukung kolaborasi dengan Prodi Pendidikan Biologi yang dinaungi UMS bersama Penerbit Deepublish.

“Adanya kegiatan ini diharapkan dapat mengedukasi para dosen supaya tidak lagi mengalami kesulitan dalam menulis buku monograf maupun mengurus penerbitannya,” jelas dia.

Sekarang mengatakan, buku monograf sendiri adalah salah satu jenis buku ilmiah yang wajib ditulis dan diterbitkan para dosen di Indonesia.

Penerbitannya masuk dalam pelaksanaan kegiatan pokok penelitian sesuai dengan isi tri dharma.

“Tapi, belum semua dosen memiliki pemahaman mengenai bagaimana menyusun buku monograf yang baik dan benar. Apalagi proses penerbitannya juga harus sesuai dengan standar Ditjen Dikti,” tutur dia.

Oleh sebab itu, dikatakannya, workshop ini digelar sebagai solusi atas permasalahan tersebut.
 
Publikasi ilmiah dalam bentuk buku monograf, kata dia, juga menunjang kegiatan pendidikan dan pengajaran mahasiswa.

Sebab, buku monograf juga sering dijadikan pegangan dosen untuk mengajar.

Buku ini juga bisa dijadikan referensi ilmiah para dosen maupun mahasiswa, baik referensi dalam kegiatan penelitian maupun kegiatan menulis karya ilmiah.

Itu termasuk artikel ilmiah untuk jurnal maupun prosiding, makalah, paper, skripsi, tesis, disertasi, dan masih banyak lagi yang lainnya.
 
“Penerbit Deepublish berkomitmen untuk dapat terus memfasilitasi para akademisi agar bisa tetap produktif dan selalu meningkatkan ilmu di bidang kepenulisan,” tuturnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved