Cek Harga Beras dan Minyak Wilayah Surabaya dan Sidoarjo Kamis 4 Juli 2024
Warga Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo saat ini harus menyesuaikan diri dengan harga berbagai kebutuhan pokok atau sembako yang cenderung tinggi.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM - Warga Kota Surabaya dan Sidoarjo saat ini harus menyesuaikan diri dengan harga berbagai kebutuhan pokok atau sembako yang cenderung tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan pantauan di website Badan Pangan Nasional, berikut harga beras dan minyak di Surabaya dan Sidoarjo per Kamis 4 Juli 2024.
Di Kota Surabaya, harga beras premium tercatat Rp 15.730 per kilogram pada 3 Juli 2024 dan tetap stabil di angka yang sama pada 4 Juli 2024.
Sementara itu, di Kabupaten Sidoarjo, harga beras premium juga tetap stabil di level Rp 15.000 per kilogram pada 3 Juli dan 4 Juli 2024.
Untuk beras SPHP, di Kota Surabaya harganya tercatat Rp 12.500 per kilogram dan tidak mengalami perubahan pada 4 Juli 2024.
Di Kabupaten Sidoarjo, harga beras SPHP berada di level Rp 11.500 per kilogram pada 3 Juli 2024 dan juga tetap stabil hingga 4 Juli 2024.
Selain beras, harga minyak goreng kemasan di Kota Surabaya tercatat Rp 14.000 per liter dan telah stabil selama seminggu terakhir hingga 4 Juli 2024.
Di Kabupaten Sidoarjo, minyak goreng kemasan dijual dengan harga Rp 16.000 per liter dan juga tidak mengalami perubahan selama sepekan terakhir.
Harga minyak goreng kemasan tersebut cenderung tinggi, namun tetap terpantau stabil di kedua wilayah dalam beberapa hari terakhir.
Meskipun demikian, harga yang mencapai Rp 14.000 per liter di Surabaya dan Rp 16.000 per liter di Sidoarjo masih dinilai memberatkan bagi sebagian konsumen.
Di sisi lain, untuk minyak goreng curah, harga di kedua wilayah tercatat lebih mahal lagi, yaitu Rp 17.000 per liter.
Harga minyak goreng curah ini juga tidak mengalami perubahan selama seminggu terakhir hingga 4 Juli 2024.
Dengan harga-harga sembako yang cenderung tinggi ini, khususnya untuk minyak goreng, warga di Kota Surabaya dan Sidoarjo perlu melakukan penyesuaian dalam pola konsumsi dan pengeluaran mereka.
(MG. Saffanah Rafiul Millah)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.