Larangan Study Tour Belum Berdampak Signifikan Terhadap Kunjungan Wisata ke DIY
pelarangan study tour dari beberapa daerah belum menunjukkan dampak signifikan terhadap jumlah wisatawan yang berkunjung ke DIY.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, angkat bicara terkait kebijakan pelarangan study tour oleh beberapa daerah yang berdampak pada kunjungan wisata ke Yogyakarta terutama pada periode libur sekolah saat ini.
Singgih menyatakan bahwa pelarangan tersebut belum menunjukkan dampak signifikan terhadap jumlah wisatawan yang berkunjung ke DIY.
Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya bus wisata yang datang ke Yogyakarta.
Singgih berharap larangan ini bersifat sementara dan akan ditinjau kembali.
"Study tour merupakan bagian penting dari proses belajar mengajar dan memberikan pengalaman belajar di luar kelas bagi siswa," ujarnya.
Singgih juga menekankan pentingnya koordinasi terkait transportasi wisata yang beberapa waktu lalu menjadi sorotan.
Dia menegaskan pentingnya pemilihan biro wisata dan moda transportasi yang memenuhi standar, dengan usia maksimal 15 tahun.
Pemilihan destinasi wisata juga harus mempertimbangkan potensi risiko kecelakaan dan faktor keselamatan lainnya.
Lebih lanjut Singgih mengatakan, event wisata olahraga yang marak digelar belakangan serta event wisata lainnya turut membawa dampak meningkatnya okupansi hotel di DIY serta meningkatkan lama tinggal wisatawan.
Baca juga: UPDATE Harga Cabai, Bawang Merah, Bawang Putih di Seluruh DIY per Hari Ini Sabtu 29 Juni 2024
"Wisatawan menghabiskan waktu lebih lama di Yogyakarta, menikmati berbagai wisata dan atraksi yang ditawarkan. Berbagai event menarik diselenggarakan setiap akhir pekan, menambah pilihan wisata bagi wisatawan," ujar dia.
"Jarak antar destinasi wisata di Yogyakarta yang relatif dekat membuat wisata menjadi lebih efisien dan hemat waktu," tambah Singgih.
Singgih berharap, peningkatan wisatawan ini dapat berdampak positif pada sektor lain seperti ekonomi kreatif dan UMKM kuliner.
Dinas Pariwisata DIY juga terus melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas pariwisata di Yogyakarta, di antaranya dari segi pengelolaan sampah.
Penyelenggara event diwajibkan untuk mengelola sampah secara mandiri di setiap event.
"Saya sudah pesan ke penyelenggara, mandiri pengelolaan sampahnya disemua event. Saat mengeluarkan rekomendasi event, sekarang ada syarat yang ditambah yakni pengelolaan sampah secara mandiri oleh penyelenggara. Jadi selesai event, bersih dari sampah," pungkasnya. (HAN)
| Aturan Study Tour dari Pemkab Bantul, Sekolah Diwajibkan Gunakan Jasa Usaha dan Transportasi Lokal |
|
|---|
| Pemkab Bantul Gandeng Sektor Pendidikan dan Pariwisata untuk Bangun Kemandirian Ekonomi |
|
|---|
| Posisi DIY dalam Market Sounding BWB 2026, Siap Maksimalkan Potensi Wellness Tourism |
|
|---|
| Punya Potensi Besar, Pariwisata Jogja Didorong Bidik Pasar Premium Lewat Standar GSTC |
|
|---|
| Menjawab Tuntutan Buyer, DIY Menyiapkan Pariwisata Berstandar Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Larangan-Study-Tour-Belum-Berdampak-Signifikan-Terhadap-Kunjungan-Wisata-ke-DIY.jpg)