Berita Jogja Hari Ini
Permintaan Mebel dari DIY ke Eropa dan Timur Tengah Meningkat
Permintaan ekspor mebel dari DIY mulai meningkat. Peningkatan permintaan mebel terlihat sejak Maret 2024.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Permintaan ekspor mebel dari DIY mulai meningkat. Peningkatan permintaan mebel terlihat sejak Maret 2024.
Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) DIY, Sapto Daryono mengatakan jika dibandingkan dengan tahun 2023, ada kenaikan permintaan sekitar 10 persen.
Permintaan didominasi dari Eropa dan Timur Tengah.
Baca juga: Dispar Gunungkidul Berikan Pelatihan Pemandu Wisata Alam
“Paling dominan Eropa, seperti meja kursi untuk ruang tamu, dekorasi. Secara umum grafiknya meningkat, meskipun tidak semua pengusaha. Ya ada yang mengalami penurunan juga, tetapi rata-rata di DIY permintaannya naik 5-10 persen,” katanya, Selasa (25/06/2024).
Meski mengalami kenaikan permintaan, Sapto menyebut ada permasalahan dari sisi pembayaran.
Saat ini buyer cenderung melakukan pembayaran di akhir pembelian.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, buyer terlebih dahulu memberikan uang muka.
Kemudian setelah pengiriman, buyer melakukan pelunasan.
Di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu, ia memahami keputusan buyer.
Pasalnya buyer ingin memastikan produk yang dipesan sampai tujuan.
“Jadi diperjanjian awal itu buyer sudah minta untuk pembayarannya ditempo. Buyer saya ini dari Perancis minta pembayaran tempo 90 hari. Dengan alasan memastikan barang sampai dulu,” terangnya.
“Nah ini membuat pengusaha susah dalam hal perputaran uangnya untuk produksi. Tetapi kalau tidak seperti itu, kami juga nggak dapat orderan, karena kondisi seperti ini (geopolitik global),” sambungnya.
Dengan kondisi global yang tidak menentu ini, pihaknya belum bisa memperkirakan tren positif ini akan berlanjut.
“Masih mewaspadai geopolitik global. Perang Irael-Palestina masih berlanjut, kemarin kontainer nggak bisa lewat Terusan Suez, jadi harus muter. Sempat dibuka lagi, tetapi kalau bergejolak lagi kan ditutup lagi, akhirnya pengiriman makin lama, pengaruhnya buyer menekan pembelian,” imbuhnya. (maw)
| El Nino Godzilla 2026: BMKG Prediksi Suhu Musim Kemarau Panjang di Yogyakarta |
|
|---|
| Tanggapan Warga Soal Wacana Pembatasan Kendaraan Bermotor di Jeron Beteng Keraton Yogyakarta |
|
|---|
| Hadapi Puncak Musim Penghujan, BPBD Kota Yogyakarta Pantau Sungai 24 Jam |
|
|---|
| Tepati Janji! Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Copot Seluruh Baliho Bermuatan Wajahnya |
|
|---|
| Mengapa Jembatan Pandansimo Berubah Nama Jadi Jembatan Kabanaran? Ini Sejarahnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)