Info Prakiraan Cuaca

Prakiraan Cuaca Kamis 20 Juni 2024, Hujan Diprediksi Guyur 19 Provinsi

BMKG memprediksi hujan akan kembali turun di sejumlah wilayah di Indonesia pada Kamis (20/6/2024) hari ini.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
tribunnews.com
Ilustrasi prakiraan cuaca 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan akan kembali turun di sejumlah wilayah di Indonesia pada Kamis (20/6/2024) hari ini.

Berdasarkan ramalan cuaca yang dirilis oleh BMKG di laman web.meteo.bmkg.go.id, hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang dan petir diprediksi akan mengguyur 18 provinsi pada hari ini.

Kemudian satu provinsi lainnya diprediksi akan diguyur hujan yang dapat disertai angin kencang dan petir.

Serta dua provinsi lainnya diprediksi akan dilanda angin kencang.

BMKG pun sudah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di 21 provinsi yang diprediksi akan diguyur hujan dan angin kencang tersebut.

Warga yang berada di wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Menurut BMKG, potensi cuaca ekstrem di 21 provinsi pada hari ini dipicu oleh adanya sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina.

Sistem itu membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Laut Sulawesi hingga Laut Filipina, di Sulawesi Tengah, dari Laut Maluku, Sulawesi Utara, Laut Sulawesi hingga Laut Filipina.

Lalu dari Maluku Utara hingga Samudera Pasifik utara Papua Barat, dan dari Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat, hingga Papua Barat Daya. 

Daerah pertemuan angin (konfluensi) memanjang dari Filipina bagian selatan hingga Laut Filipina, di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina. 

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lainnya memanjang di Laut Andaman, di Sumatera Utara, dari Sumatera Selatan hingga Jambi, di Laut Cina Selatan, di Kalimantan Tengah, di Laut Sulawesi, dan di Laut Seram.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Peningkatan kecepatan angin >25 knot terpantau di Laut Cina Selatan, dan Samudra Hindia Selatan Lampung hingga selatan Banten, yang mampu meningkatkan tinggi gelombang di wilayah perairan sekitar wilayah tersebut.

Berikut daftar wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang :

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved