Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Curhat Pilu Pemilik Kafe di Jogja, Rugi Besar Akibat Rombongan Rojali

Agus Arya, pemilik kafe di Yogyakarta , mengungkapkan kepiluannya melalui media sosial karena maraknya fenomena "Rojali" (rombongan jarang beli).

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Gaya Lufityanti
instagram/agus_arrya
Agus Arya, pemilik kafe di Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM - Agus Arya, pemilik kafe di Yogyakarta , mengungkapkan kepiluannya melalui media sosial karena maraknya fenomena "Rojali" (rombongan jarang beli) yang datang ke kafenya. 

Rombongan ini, yang didominasi mahasiswa, kerap kali datang dalam jumlah besar namun hanya memesan sedikit makanan atau bahkan tidak memesan sama sekali. 

Melalui curhatannya di Instagram, Agus Arya memohon kepada para pengunjung untuk memesan makanan dan minuman, karena tidak semua menu di kafenya mahal. 

Ia juga menyindir fenomena mahasiswa yang membahas ekonomi rakyat dalam rapat, namun tidak menunjukkan sikap yang sejalan dengan pembahasan tersebut.

"Yang dibahas masalah ekonomi rakyat, haduh, haduh. Masa iya harus dijelasin. Jadi gini kalau kalian order di kafe tersebut, juga membantu ekonomi rakyat. Biaya operasional akan tercukupi, dan gaji karyawan juga lancar," ungkap Agus Arya dalam curhatannya. 

Selain kerugian finansial, Agus Arya juga mengeluhkan banyaknya sampah yang ditinggalkan oleh para "Rojali", termasuk sampah makanan dari luar kafe. 

Baca juga: 7 Rekomendasi Kafe di Jogja yang Nyaman dan Adem, Tempat Ngopi Sejuk di Tengah Kota

Curhatan Agus Arya ini bukan hanya tentang kekesalan pribadi, namun juga gambaran nyata dampak signifikan dari fenomena "Rojali" terhadap bisnisnya.

Ia bahkan terpaksa mengurangi jumlah karyawan karena omzet yang terus menurun. 

"Awal buka karyawan jumlahnya tujuh orang. Makin ke sini makin sulit karena tak sesuai pemasukan," ungkap Agus Arya. 

Kerugian lain yang dialami Agus Arya termasuk kerusakan kursi, gelas pecah, dan meja yang dicoret-coret oleh para "Rojali". 

Agus Arya telah mencoba berbagai cara untuk mengatasi fenomena ini, seperti menawarkan menu kopi bayar seikhlasnya dan membatasi akses WiFi. 

Namun, upaya tersebut belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Ia pun berharap agar para mahasiswa, dan pengunjung secara umum, dapat lebih sadar dan menghargai usaha para pengusaha kafe. 

Dengan memesan makanan dan minuman, mereka tidak hanya membantu kelangsungan bisnis kafe, tetapi juga berkontribusi terhadap ekonomi rakyat. 

Curhatan Agus Arya ini menarik perhatian banyak orang dan menjadi viral di media sosial.

Banyak pengusaha kafe lain yang mengaku mengalami situasi serupa, menunjukkan bahwa fenomena "Rojali" ini bukan hanya dialami oleh Agus Arya saja. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved