Dari Pinggir Sungai, Kenandy Sukses Terbang ke Penjuru Nusantara Bersama JNE

Leather Journal  dengan brand “Kenandy” tersebut terbang ke penjuru di Indonesia bersama JNE yang sudah delapan tahun menjadi mitra bisnisnya.

|
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Hari Susmayanti
Pasangan Andy Purnawan dan Ken Savitri berfoto bersama di Galery Kenandy di Ngentak Polodadi, RT.06/RW.10, Ngeburan, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Selasa (11/6/2024) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN  -  Dari  tepi sungai di pinggiran Kabupaten Sleman, buku jurnal karya pasangan suami istri Andy Purnawan dan Ken Savitrie ini terbang ke penjuru kota-kota besar di Indonesia , bahkan hingga Perancis dan Italia.

Meski sempat terhantam pandemi Covid-19, Usaha  Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di  Ngentak Polodadi, RT.06/RW.10, Ngeburan, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman mampu bertahan hingga akhirnya kembali bersinar. Bahkan menjadi pelita bagi warga di sekitarnya.

Leather Journal  dengan brand “Kenandy” tersebut terbang ke penjuru di Indonesia bersama  jasa kurir PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) yang sudah delapan tahun menjadi mitra bisnisnya.

Usaha ini dirintis oleh Ken dan Andy pada 2016 silam. Ide bisnis ini lahir berawal dari hobi sang istri yang sudah dijalani sejak bangku kuliah.

Setelah menikah pada 2015 silam, Andy dan Ken mulai memproduksi leather jurnal untuk kado bagi teman-temannya saja. Namun seiring berjalannya waktu, keduanya akhirnya meneguhkan hati untuk menekuni usaha pembuatan leather jurnal ini.

Tantangan besar  harus dihadapi oleh keduanya saat mengawali usaha ini. Sebab, Andy dan Ken harus meninggalkan pekerjaan yang selama ini sudah digelutinya. 

Sebelum memulai usaha pembuatan leather jurnal ini, Ken adalah pemimpin redaksi portal berita wisata di Yogyakarta. Sementara sang suami, Andy berkecimpung di dunia perfilman dan event organizer.

“ Dulu ditantang istri untuk tinggalkan kerjaan. Saya dulu punya PH, punya EO, punya lembaga pendidikan,”katanya saat ditemui Tribun Jogja di Galery Kenandy, Selasa (11/6/2024).

Saat awal-awal merintis usahanya, Andy mengaku belum terbersit untuk menjalankan bisnisnya itu dengan orientasi industri. Sebab, saat itu dirinya sang istri memproduksi leather jurnal sebagai bentuk kerja kreatif.

Saat itu leather jurnal yang diproduksinya hanya sebagai bentuk kampanye atau ajakan untuk menulis saja. Karyanya itu dia bagikan kepada teman-temannya sebagai kado pernikahan.

Kemudian pada 2016, Andy akhirnya membuat media sosial yang digunakan untuk memposting leather jurnal yang dibuatnya. Berawal dari situlah, Andy dan Ken akhirnya mulai banyak mendapatkan pesanan dari teman hingga kolega.

Andy dan Ken akhirnya merintis usahanya secara profesional dengan mendirikan galery di tanah milik orang tuanya yang berada di tepi sungai kecil di kampungnya. Dari galery kecil itu, keduanya memproduksi leather jurnal yang kini sudah terbang ke Singapura, Jepang hingga Perancis.

“ Dulu jual motor yang baru lunas untuk bangun galery ini. Setelah galery jadi, saya menerima teman-teman dan tamu di sini juga,”ucapnya.

Baca juga: JNE dan KONI Tandatangani Nota Kesepahaman Pengembangan Olahraga Nasional

Bangkit di Tengah Pandemi

Dari Pinggir Sungai, Kenandy Sukses Terbang ke Penjuru Nusantara Bersama JNE 2
Pemilik Galery Kenandy, Andy Purnawan berfoto di antara produk leather jurnal karyanya, Selasa (11/6/2024).

Setelah usaha yang dirintisnya berkembang pesat, badai pandemi Covid-19 menghantam bisnis leather jurnal milik Andy dan Ken. Bahkan usaha itu sempat tutup selama tiga bulan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved