Berita Jogja Hari Ini

Mengapa Orang Cenderung Ketagihan Judi Online?

Salah satunya, karena orang membayangkan kaya mendadak. Kita ini kan hidup di era konsumerisme, muncul budaya seperti itu

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/R Hanif Suryo
Ilustrasi- Tampilan layar judi online slot 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Judi online jadi kegiatan yang meresahkan. Semua orang bisa ketagihan judi online, tak terkecuali polisi, tentara hingga bankir.

Mengapa orang cenderung ketagihan judi online?

“Salah satunya, karena orang membayangkan kaya mendadak. Kita ini kan hidup di era konsumerisme, muncul budaya seperti itu,” jawab Sosiolog Universitas Widya Mataram (UWM), Dr. Mukhijab, M.A kepada Tribun Jogja, Senin (17/6/2024).

Dia menjelaskan, penggemar judi awalnya iseng-iseng berspekulasi bahwa judi online berpeluang untuk mengatrol kekayaan.

Baca juga: Pemkab Sleman Pantau Penyembelihan Hewan Kurban Pada Iduladha 1445 H

Tentu saja, penggemar judi itu terpesona dengan instrumen teknologi yang dianggap simpel dan efisien serta menjanjikan keuntungan.

Keberadaan uang cepat menjadi harapan masyarakat yang kini kian tertekan dengan keadaan ekonomi.

“Tapi kan, alih-alih balik modal, hasilnya mereka akan kalah sekaligus ketagihan untuk bermain judi. Apalagi, pengoperasian judi online itu mudah, hanya dari genggaman tangan menggunakan seluler,” bebernya.

Seperti Kerbau Dicucuk Hidung

Mukhijab mengatakan, pemerintah gamang menyikapi judi online. Kegamangan itu membuat masyarakat juga ikutan gamang melihat judi online yang menjamur.

“Ya kan, masyarakat dan pemerintah itu tahu bahwa permainan judi selalu mendistorsi moralitas dan kekuatan ekonomi pemain, tapi sikap bebal itu selalu diperlihatkan,” bebernya.

Dia menilai, pemerintah yang memiliki pengetahuan, aparat, teknologi serta kekuasaan untuk membasmi judi online, sikapnya malah seperti kerbau dicucuk hidungnya.

“Alias pemerintah juga tidak berdaya melawan bos-bos penjudi dan para operator judi. Polisi yang memilki divisi siber maupun reserse kriminal umum, juga tidak bisa maksimal bertindak,” terangnya.

Menurut Mukhijab, sudah beberapa kali aparat menangkap penjudi online, tetapi alih-alih tangkapannya menjadi pintu masuk ke gerbang besar cukong judi online, malah mengesankan polisi juga tidak berdaya menghadapi mafia judi online.

“Kemudian, presiden membuat Keputusan Presiden (Keppres) tentang Satuan tugas Pemberantasan Perjudian Daring. Nah, itu jadi mengundang pertanyaan mendasar, apakah mafia judi online ini melibatkan aparat dari berbagai instansi sehingga presiden perlu bikin satgas?” tanyanya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved