HET Beras Naik, Ini Kata Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras
kenaikan HET beras ini merupakan langkah strategis yang diambil pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani
Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menerbitkan peraturan anyar Harga Eceran Tertinggi (HET) beras melalui Peraturan Bapanas (Perbadan) No 5 Tahun 2024.
Dengan demikian, kenaikan harga beras yang ditetapkan melalui relaksasi HET sebelumnya, menjadi resmi berlaku secara permanen
Terkait hal tersebut, Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi), Sutarto Alimoeso menjelaskan bahwa salah satu faktor untuk menentukan harga beras adalah harga gabah.
“Harga gabah ini sangat menentukan harga beras sampai tingkat konsumen. Makannya selalu kita sampaikan antara Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan HET harus satu paket, tidak bisa misalnya HPP naik, HET tidak, itu tidak bisa, begitu juga sebaliknya,” ujarnya saat ditemui di Jogja, Rabu (12/6/2024) malam.
Kunjungannya ke Jogja kali ini adalah untuk menghadiri pelantikan pengurus DPD Perpadi DIY dan Rapimnas Perpadi yang digelar pada Kamis (13/6/2024).
Selain pengangkatan anggota baru dari Perpadi DIY, akan dibahas isu-isu terkini seperti kebijakan pemerintah untuk stabilisasi harga dan pasokan beras hingga sinergi dan kolaborasi petani dengan penggilingan padi.
Baca juga: Poster Viral DKV ISI Yogyakarta Meraih Juara Harapan di LIDM 2024
Menurut Sutarto, penggilingan padi sendiri turut memiliki peran strategis untuk menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen
“Situasi seperti ini betul-betul harus dikontrol terutama HPP gabah, supaya penggilingan padi dapat mengolah dan harganya sesuai HET,” ucapnya.
Ia menjelaskan faktor yang mempengaruhi HPP adalah biaya produksi yang dikelurkan oleh petani. Ia mengungkapkan, dan menurutnya produksi gabah sebagian besar diproduksi oleh petani kecil dan penggarap.
Rata-rata para petani kecil tersebut tidak punya modal, lahan sempit, pupuk mahal, ongkos tenaga kerja, sewa alat juga mahal, dan lain-lain. Itu semua menentukan biaya produksi.
“Jika tidak ada jaminan keuntungan tertentu, maka mereka akan sekedar menanam saja. Ini yang jadi prihatinkan kita, kenapa akhir-akhir ini di lapangan banyak lahan yang dibiarkan tidak ditanami,” imbuhnya.
Hal yang senada diungkapkan Arif Yunianto, yang kembali terpilih menjadi ketua DPD Perpadi DIY. Ia mengatakan kenaikan HET beras ini merupakan langkah strategis yang diambil pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Namun, kebijakan ini perlu diiringi dengan upaya konkret untuk meminimalisir dampak negatifnya terhadap masyarakat. Diperlukan sinergi yang kuat dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, pengusaha, petani, dan masyarakat, untuk memastikan tercapainya ketahanan pangan dan stabilitas harga beras di Indonesia.
“Kenaikan ini kan kaitannya dengan biaya operasional petani. Biaya yang dikeluarkan oleh petani ter-cover oleh HPP dan HET yang baru. HPP untuk melindungi petani, HET untuk melindungi konsumen,” katanya.
Baca juga: LINK HASIL Pengumuman UTBK-SNBT 2024 Hari Ini 13 Juni 2024 Jam 15.00 WIB Lengkap dengan Caranya
Sementara terkait ketersediaan stok beras sendiri, Arif menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa dilihat dari kondisi per daerah, tapi secara nasional. Ia mencontohkan, jika Jawa Barat panen maka akan didistribusikan ke Jogja, jika Jogja panen akan didistribusikan ke Jawa Timur.
| Pemerintah Ingin Beri Keadilan Pangan Bagi Masyarakat, Rencanakan Beras satu Harga Seluruh Indonesia |
|
|---|
| Stok Beras di Jogja Melimpah Jelang Akhir Tahun, Harga Terpantau Stabil |
|
|---|
| Jangan Berani-berani Jual Harga Beras di Atas HET, Pemerintah Ancam Cabut Izin bagi Pelanggar |
|
|---|
| Pemerintah Pastikan Tak Akan Impor Beras, Stok Aman Hingga Akhir Tahun |
|
|---|
| Harga Beras di Pasar Gedhe Klaten Naik, Ini Kata Pedagang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ketum-Perpadi-Sutarto-Alimoeso.jpg)