Berita Sleman Hari Ini

Stok Hewan Kurban di Sleman Meningkat Jelang Iduladha 2024

Animo masyarakat di Kabupaten Sleman untuk melaksanakan ibadah kurban sangat tinggi, hingga diprediksi terjadi kekurangan ribuan ekor hewan

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja.com/Alexander Ermando
Ilustrasi Sapi kurban 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Animo masyarakat di Kabupaten Sleman untuk melaksanakan ibadah kurban sangat tinggi, hingga diprediksi terjadi kekurangan ribuan ekor hewan kurban di tahun ini.

Namun, mendekati Iduladha 2024, stok ketersediaan hewan kurban di Bumi Sembada berangsur meningkat. 

Baca juga: Petani Kulon Progo Dapat Bantuan Pompa dari Pusat untuk Antisipasi Kemarau

Plt. Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Ir. Suparmono mengatakan, estimasi kebutuhan ternak kurban pada tahun 2024 untuk Sapi sebanyak 9.600 ekor, kambing 2.700 ekor dan Domba 12.100 ekor.

Semula, terjadi kekurangan belasan ribu ekor hewan kurban. Namun berdasarkan data hingga tanggal 6 Juni lalu, jumlah hewan kurban di Sleman mengalami peningkatan cukup signifikan.

Jumlah sapi tercatat ada 9.050 ekor, kambing 3.324 ekor dan domba 11.245 ekor.

Hanya kekurangan ratusan ekor ternak kurban dari estimasi jumlah yang dibutuhkan. 

"Jumlahnya masih belum cukup tapi sudah mendekati kebutuhan," terang Suparmono, Kamis (6/6/2024). 

Tambahan jumlah hewan kurban tersebut, dimasukkan dari kelompok- kelompok ternak.

Kemudian dari pasar kurban, pelaku usaha ternak yang lain dan ada pula pembelian langsung dari luar daerah. 

Menjelang hari raya kurban, kata Suparmono pihaknya rutin melakukan pemantauan hewan ternak.

Pemantauan dilakukan di kelompok ternak dengan cara kunjungan atau pelayanan terpadu hewan yang dilakukan oleh petugas puskeswan Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Penyuluh Pertanian dari UPT Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan setempat.

Adapun pemantauan di pasar hewan kurban dilakukan oleh tim Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DP3 Kabupaten Sleman berkerja sama dengan petugas puskeswan setempat.

Saat pemantauan juga dilakukan pemeriksaan fisik hewan maupun meminta keterangan asal hewan.

Untuk kambing atau domba yang dijual di pasar hewan biasanya berasal dari lokal Kabupaten Sleman, Muntilan, Magelang, Gunungkidul, Temanggung, Wonosobo, dan Klaten.

Sedangkan untuk sapi, peternak mendatangkan dari lokal Kabupaten Sleman, Gunungkidul, Kulonprogo, Magelang, dan Klaten.

"Selama beberapa tahun dilakukan pemantauan pasar hewan kurban secara rutin. Namun belum pernah ditemukan adanya ternak sapi yang harus diafkir karena penyakit hewan menular seperti penyakit antraks," katanya. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved