Berita Bisnis Terkini

PHRI DIY Pesimis Okupansi Hotel Meningkat Pada Juni 2024

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI ) DIY pesimis capaian okupansi di DIY pada Juni meningkat.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Pixabay.com / Ming Dai
ilustrasi hotel 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI ) DIY pesimis capaian okupansi di DIY pada Juni meningkat.

Hal itu karena adanya dampak pelarangan study tour di beberapa daerah.

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan reservasi yang tercatat untuk Juni 2024 baru sekitar 40 - 50 persen.

Menurut dia, reservasi tersebut belum sesuai dengan target PHRI DIY.

“Belum sesuai target, karena kan targetnya untuk Juni ini paling tidak sama seperti Mei 2024. Tetapi melihat kondisi saat ini, kami pesimis bisa sama seperti Mei. Ini liburan sekolah, tetapi dengan adanya pelarangan study tour, menghambat pencapaian itu. Karena banyak travel agent dan sekolah yang cancel karena tidak dapat izin,” katanya, Minggu (02/06/2024).

Ia menerangkan capaian okupansi hotel di DIY pada Mei kemarin mencapai hampir 90 persen.

Terjadinya dua kali libur panjang pada Mei lalu juga berdampak positif bagi okupansi hotel di DIY.

Ditambah lagi dengan masih adanya rombongan study tour dari beberapa daerah.

“Mei kemarin okupansi hampir 90 persen. Kami agak pesimis, jadi kami sepakat untuk menargetkan okupansi Juni ini 85 persen, turun 5 persen,” sambungnya.

Menurut dia, pelarangan study tour tidak hanya berdampak pada perhotelan saja, tetapi juga pelaku pariwisata lain, termasuk UMKM. 

Ia berharap kementerian terkait segera bertindak, dan meminta agar daerah-daerah yang melarang study tour bisa mencabut kebijakannya.

Sebab kebijakan tersebut bertentangan dengan program pemerintah yang mengajak masyrakat untuk berwisata di Indonesia saja.

Dengan adanya pelarangan study tour, kini pihaknya mengandalkan wisatawan keluarga dan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), baik dari instansi swasta maupun pemerintah.

“Sekarang kami mengandalkan wisatawan keluarga dan MICE. Untuk MICE bulan Juni ini baru 25 persen, baik dari instansi pemerintah maupun swasta. Ya harapannya industri pariwisata bisa menggeliat lagi,” imbuhnya. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved